Pakai Pupuk Organik, Atur Pola Tanam

 

Bupati Madiun Muhtarom usai  "Methil Bersama Bupati Madiun Muhtarom dan Dandim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri" di Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, meminta petani pakai pupuk organik.
Bupati Madiun Muhtarom usai  “Methil Bersama Bupati Madiun Muhtarom dan Dandim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri” di Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, meminta petani pakai pupuk organik.

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Bupati Madiun Muhtarom meminta petani mulai mengurangi pemakaian pupuk kimia (non organik), lalu pola tanam diatur dan tidak satu jenis tanaman dalam satu tahun. Demikian disampaikan dalam “Methil Bersama Bupati Madiun Muhtarom dan Dandim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri” di Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Rabu (25/10).

“Bayangkan saja, ibarat badan manusia kondisi tanah pertanian alami sakit parah, hal itu akibat pemakaian pupuk kimia berlebihan. Untuk itu, mari kurangi ketergantungan pada pupuk kimia, beralih dengan pupuk organik. Memang, hasil dengan pupuk organik tidak serta merta tinggi,” ujarnya serius.

Menurutnya untuk memulihkan kondisi tanah dengan pupuk organik diperlukan beberapa tahun. Kondisi lain pertanian yaitu lahan seluruhnya dalam satu tahun ditanami padi, guna menekan penyakit dan hama hendaknya diselingi.

“Kami tidak bisa memaksa, tapi berharap selingi dengan jagung, kacang  dan lain-lain” ujarnya penuh harap.

Belum lagi, tambahnya, saat menanam tidak bersamaan atau kadang selisih hingga beberapa minggu jadi rentan serangan hama dan penyakit.

“Diusahakan bisa tanam bersamaan, jika selisih cukup beberapa hari atau kurang dari sepekan. Guna mendukung swasembada beras, pemerintah memberikan berbagai bantuan,” ujarnya.

Senada disampaikan Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0803 Madiun Mayor Inf Suyono meminta petani mulai mengurangi pemakaian pupuk kimia dari tahun ke tahun hingga seminim mungkin.

“Diikuti pola tanam baik dan serentak, serangan hama pun bisa ditekan. Pada akhirnya kuantitas panen bisa meningkat,” ujarnya.

Ia mengatakan TNI AD dipercaya pemerintah pusat untuk ikut membantu hingga mengawasi lahan pertanian, agar swasembada beras dapat tercapai. Para Babinsa kordinasi bersama dinas terkait, pertani, kelompok tani dan mantri, bertekad pertanian unggul.

“Berbagai fasilitas seperti traktor tangan, mesin tanam dan panen diberikan,” tandasnya. (Sam)