Ditetapkan Tersangka dan Menjadi Tahanan Kota, Kadinkes Magetan Diberhentikan

KANALINDONESIA.COM, MAGETAN: Ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek pembangunan ruang instalasi rawat inap (IRNA) VI RSUD dr Sayidiman senilai Rp 1,2 miliar, Ehud Alawy yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Magetan diberhentikan sementara dari jabatanya.

“Pak Ehud sudah diberhentikan sementara sebagai Kadinkes, tempatnya diduduki Bu Furyana sebagai Plt Kadinkes,”ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Magetan Suko Winardi.

Dikatakan Suko, sejak ditetapkan sebagai tersangka, dan menjadi tahanan kota, BKD Kabupaten Magetan kemudian melakukan koordinasi dengan Bupati, dimana yang dimaksud tahanan di PP 11/2011, itu sudah masuk tahanan rumah dan kota.

“Kemudian Pak Bupati memutuskan memberhentikan sementara sebagai Kadinkes,”jelas Suko yang juga menjabat sebagai Asisten II Sekda Kabupaten Magetan ini.

Ditanya tentang sampai kapan pemberhentian sementara Ehud, Suko Winardi mengatakan,” sampai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menyatakan tidak bersalah dan bebas,”terangnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, jika Pengadilan Tipikor memutuskan bebas, yang bersangkutan (Ehud) bisa kembali menduduki jabatan Kadinkes.

“Bila dinyatakan bersalah dan terbukti korupsi, berapa pun sanksi hukuman yang diputuskan, yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat,”pungkasnya.(*)