Puluhan Calon Anggota PPS Karanggeneng Lamongan Ikuti Seleksi Tes Tulis

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Sebagaimana kondisi yang dihadapi pada setiap pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada, KPU Kabupaten Lamongan memerlukan perjuangan lebih untuk merekrut panitia adhoc di setiap tingkatan PPK, PPS hingga KPPS. Seperti pada tahun ini KPU Lamongan menyeleksi calon anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) di masing-masing desa termasuk di wilayah Kecamatan Karanggeneng Lamongan.

Beberapa tahapan pun dilaksanakan, mulai dari seleksi administrasi, tes tulis dan wawancara akan dilalui oleh calon anggota PPS tersebut. Setelah melalui seleksi administrasi yang berakhir tanggal 21 Oktober 2017, maka hari ini dilakukan tes tulis. Untuk calon anggota PPS di wilayah Kecamatan Karanggeneng dilaksanakan hari ini Selasa (31/10/2017).

Tes tulis untuk calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Wilayah Kecamatan Karanggeneng Lamongan digelar di Pendopo Kecamatan Karanggeneng. Dari jumlah pendaftar yang mencapai 74 orang, nantinya akan diambil tiga orang untuk masing-masing desa. Di Kecamatan Karanggeneng ada 18 desa sehingga akan dibutuhkan 54 orang.

Camat Karanggeneng Joko Raharto, SSTP, MAP. dalam sambutannya mengatakan, bahwa calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) merupakan ujung tombak pelaksanaan proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018, oleh karena itu butuh orang-orang yang mampu dan serius.

“Bagi yang mengikuti tes, saya harap dapat serius dan sungguh-sungguh karena Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 tidak lama lagi akan dilaksanakan. Bagi yang lulus tes ini adalah penyelenggara Pemilu ditingkat desa”, tambahnya.

Sementara itu, secara terpisah anggota Panwascam Anhari mengatakan, kalau kegiatan tes tulis ini harus dilakukan secara serius oleh seluruh peserta dan jangan menganggap ini kegiatan simbolitas saja. Dia juga berharap anggota PPS yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

“Saya berharap mereka dapat bersikap netral, profesional dan independen sehingga penyelenggaraan  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 nantinya dapat berlangsung bersih dan fair”, tandasnya (Omdik)