Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Marbout Pondok Pesantren, Di Kepuhdoko

tersangka pelaku pembunuhan saat diamankan Polisi beserta sejulah barang bukti di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG :  AZF (28) warga Desa Kepuhdoko, dibekuk aparat Kepolisian dari Polres Jombang, hal ini dikarenakan tersangak AZF nekat menghabisi nyawa rekan kerjanya yakni Slamet (60) seorang marbout di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang Jawa Timur.

” Tersangka AZF berprofesi sebagai petugas keamanan atau sekuriti di pesantren. AZF ditangkap karena menjadi pelaku pembunuhan, dengan korban rekannya sendiri yang menjadi seorang Marbout, ” kata Agung Marlianto selaku Kapolres Jombang, Selasa 31 Oktober 2017.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi dan atas kesigapan anggota Satreskrim Polres Jombang dan unit reskrim Polsek tembelang, pelaku berhasil diamankan.” dalam kurun waktu kurang dari 2 jam pelaku berhasil diamankan,” ujar Agung.

Masih menurut penjelasan Agung, tersangka mengaku nekat melakukan aksinya karena terbelit hutang. “tersangka mempunyai hutang terhadap saksi yakni M sebesar 2,5 juta, karena terus ditagih oleh M tersangka kebingungan, akhirnya muncul niat tersangka untuk menguasai uang milik korban,” tegas Agung.

Lanjut Agung, sebelum melakukan aksinya, tersangka berpura-pura mengundang korban untuk memijatnya.“Tersangka tahu persis korban mengalami gangguan kejiwaan dan selalu membawa uang hasil pemberian warga maupun hasil memijat, dibawa ke mana-mana,” ungkapnya.

Imbuh Agung, setelah selesai memijat, tersangka mengajak korban ke tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di dekat persawahan atau tepatnya di pinggir tanggul sungai Brantas, dengan alasan  mencari bambu.

“dengan menggunakan sebilah parang, yang sudah dipersiapkan tersanga dari rumah, tersangka langsung menebas bagian kepala korban sebanyak 6 kali dan menusuk leher korban satu kali. Selanjutnya tersangka mengambil uang korban,” paparnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah kaos warna kuning milik AZF yang terdapat noda darah, sebilah parang, uang tunai Rp2.475.000 dan sepeda motor Yamaha Mio warna biru dengan nomor polisi S 6052 YK. ” Tersangka diancam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman terberat hukuman mati hingga teringan penjara 20 tahun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Slamet (60) seorang marbot masjid Pondok Darul Ulum Kepuhdoko, Desa Kepuhdokoh, Kecamatan Tembelang, Jombang Jawa Timur, diduga menjadi korban pembunuhan. Korban ditemukan meninggal dengan luka sayatan benda tajam dibagian leher, hingga mengakibatkan leher korban hampir terputus.(elo)