Gali dan Jual Tanah Aset Desa, Kades Kedungturi Dilaporkan Warganya Ke Polisi

sejumlah warga Desa Kedungturi, saat mendatangi Polres Jombang untuk melaporkan Kades

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Puluhan warga Desa Kedungturi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendatangi Polres Jombang, untuk melaporkan Sucipto selaku kepala Desa (Kades) setempat atas adanya aktifitas penggalian tanah aset Desa, milik Kades yang diduga tidak mempunyai ijin.

Pasalnya, sesuai hasil rapat musyawarah dengan BPD dan sejumlah masyarakat, tanah urug hasil penggalian tanah aset Desa itu akan digunakan untuk melakukan pengurugkan di Balai Desa dan sekolah TK. Namun dengan sengaja Kades malah menjual tanah urug tersebut. Selanjutnya BPD membuat surat teguran pada Kades, namun hingga siang tadi Kades tetap mengadakan penggalian, dan hasilnya di jual ke Puton.

“ warga melapor ke Polres karena, Kades yang sengaja menjual tanah urug dari hasil penggalian tanah aset Desa, mengabaikan teguran secara tertulis dari BPD. Padahal dalam rencana rapat dengan BPD, tanah urug itu akan diperuntukkan untuk menguruk Balai Desa dan sekolah TK, tidak untuk dijual,” kata Setyoko (50) salah satu warga Desa Kedungturi, saat ditemui sejumlah wartawan di Polres Jombang pada hari Selasa 31 Oktober 2017.

Masi menurut penjelasan Setyoko, warga mempunyai bukti bahwa tanah urug hasil dari penggalian tanah aset Desa milik Kades dijual ke luar Desa. “ kalau menurut supirnya tadi per rit nya, supir beli ke kades dengan harga 35 sampai 45 ribu, dan dijual ke luar dengan harga 230 per ritnya. Setiap harinya ada 10 sampai 15 truk yang mengambil tanah urug di tanah aset Desa milik Kades,” ujarnya.

Saat disinggung kemanakah hasil uang penjualan tanah urug tersebut digunakan oleh Kades, warga tidak ada yang mengetahui, uang tersebut dipergunakan untuk apa.” kita gak tau pak, BPD sendiri tidak tau soal uang itu dibuat apa. bahkan BPD belum acc terkait penggalian yang dilakukan oleh Kades itu pak,” paparnya.

Lanjut Setyoko, karena tidak mengantongi ijin penggalian dan dengan sengaja menjual hasil penggalian tanah aset Desa, warga menuntut agar hukum ditegakkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Negara ini. “ untuk menngali itu sepengetahuan saya kan harus mempunyai ijin, dari Pemkab dan dari Provinsi, dan kenapa Kades belum ada ijin, dan belum ada kesepakatan dengan BPD, sudah menggali. Intinya warga minta agar semua yang terlibat harus diproses secara hukum yang berlaku,” tukasnya.

Sementara itu AKP Gatot Setya Budi, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone seluler, mengenai adanya laporan warga tersebut, pihaknya membenarkan adanya laporan warga dari Desa Kedungturi Gudo, dan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Kini perkara tersebut masih dalam penyelidikan.” Sudah diterima piket laporannya, dan sekarang sudah tahap memintai keterangan terhadap saksi-saksi,” pungkas Gatot.

Dari hasil pantauan dilapangan, tampak Kades Sucipto juga dimintai keterangan oleh pihak penyidik dari satreskrim Polres Jombang, namun saat dikonfirmasi Kades Sucipto, enggan untuk memberikan komentar.” saya nanti kembali lagi ke Polres mas, ini saya masih dipanggil pak camat ke Pendopo,” tandas Sucipto.(elo)