Mainan Tradisonal Truk Kayu, Masih Diminati Sejumlah Masyarakat di Tengah Maraknya Game Online

Bashuni pembuat dan penjual mainan tradisonal kendaraan roda empat dari kayu

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ditengah canggihnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi aplikas game online pada aplikasi Handphone (HP) berbasis android, nampaknya mainan tradisional berupa kendaraan roda empat dari kayu dan buatan tangan tersebut, masih menjadi juara di hati sejumlah masyarakat di Jombang.

Muhammad Bashuni (67) warga Dusun Subentoro, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan tekatnya yang bulat tidak meninggalkan tradisi sejarah permainan balap truk pada masa kecilnya dulu, masih terus berkarya dan masih konsisten menggeluti bisnis di bidang mainan tradisional, buatan tangan.

“Awalnya hanya mencoba-coba untuk membuat mainan tradisional miniatur truk yang terbuat dari kayu dan bisa dinaiki oleh anak-anak,” kata Bashuni saat ditemui sejumlah wartawan di Depan GOR Merdeka Jombang, tempat ia mangkal berjualan karya ciptaannya, Kamis 2 November 2017.

Masih menurut penjelasan Bashuni, ide membuat mainan berbahan kayu ini awalnya untuk diberikan kepada anaknya, tak disangka tetangganya berminat untuk membeli, sehingga sampai hari ini, 6 tahun sudah dirinya memproduksi mainan berbahan baku kayu.

Meski demikian usaha yang dilakukan oleh Bashuni ini tidak terus berjalan mulus. Ada beberapa kendala, terutama untuk memperoleh bahan baku yang kini lumayan tinggi harganya, serta proses pengerjaan yang rumit dan harus selalu teliti yang harus dihadapinya setiap hari.

“untuk kayu aja dengan seharga 600 ribu, bisa dihasilkan miniatur mainan sebanyak 14 truk, belum lagi tingginya harga cat, paku, juga masih belum ada solusi. Dan yang terpenting harus teliti tiap detail miniaturnya mas,” ujarnya.

Saat disinggung berapa rata-rata karyanya terjual oleh pembeli di jalan raya yang sedang melintas, pihaknya mengatakan bahwa penjualan tiap hari dagangannya tidak menentu, jika kondisi sedang ramai, pihaknya bisa menjual sampai 6 truck dalam sehari, dengan kisaran harga mulai dari 150 ribu untuk miniatur truk biasa.

“ minim biasanya laku 3 truk, kalau sedang bagus harinya bisa menjula 6 truk. Pembelinya juga bermacam-macam, dari anak-anak sampai orang tua hingga kakek neneknya juga turut membeli, karena biasanya ingin menghadiahkan ke anaknya atau cucunya,” imbuhnya.

Sementara itu, Adi (25) salah satu pembeli yang asal Gudo, mengaku senang melihat miniatur truk tersebut, karena teringat ketika dulu pada masa kecilnya, dirinya dibelikan oleh orang tuanya dan bermain truk bersama tetangganya.

“Saya ingin membelikan anak saya supaya bisa ingat bahwa mainan dahulu lebih asyik dari mainan moderen, dan miniatur ini juga bisa dinaiki layaknya mobil truk sungguhan,” papar Adi.

Ketika ditanya apa harapannya mengenai miniature mainan tradisional dari kayu tersebut, pihaknya menurturkan bahwa, jangan sampai generasi saat ini meninggalkan sejarah mainan tradisional, meskipun harganya lumayan cukup mahal, namun hasil karya atau buatan tangan itu lebih memiliki nilai kerumitan sendiri, dan ini merupakan mainan tradisioanla yang perlu dilestarikan.

“Semoga mainan ini bisa diminati kembali seperti dahulu, dan penjualnya memang tidak banyak sehingga mereka tidak ada lawan bersaing, dengan adanya mainan yang lainnya tidak berpengaruh sama sekali, karena penjual kakek ini punya pasar yang berbeda,” tukasnya.

Dari pantauan dilokasi, Bashuni menjualnya dagangan hasil karya tangannya mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, di Depan GOR Merdeka, Jalan Gus Dur, Kelurahan Candi Mulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten, Jawa Timur.(elo)