Pedagang Pasar Songgolangit Tanyakan Relokasi dan Pembangunan Pasar

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Pedagang pasar songgolangit Ponorogo yang masih menempati kios-kios sementara semi permanen yang dibangun di areal aula tengah, lantai dasar mendesak pemerintah untuk segera memberikan kepastian terkait rencana pembangunan pasar Legi yang baru dan rencana relokasi pasar Songgolangit.

Saat ini sebetulnya pemkab telah memperbaikai lantai Antara atau lantai dua, sehingga pedagang yang berada di aula bawah bisa kembali menempati bekas lokasi lapak lama mereka di lantai antara. Namun sebagian besar pedagang enggan kembali karena takut diminta pindah lagi jika sewaktu-waktu pasar akan direnovasi.

Selain itu  mereka keberatan jika harus kembali membangun Kios mereka yang baru dan harus mengeluarkan anggaran.

“Yang menjadi pengandai-andaian para pedagang adalah tanggal berapakah, mereka butuh kepastian,” terang Abdurrahim.

Fitri Nurcahyo, Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo mengaku saat ini Pemerintah Kabupetan belum bisa memastikan realisasi dimulainya pembangunan Pasar legi Ponorogo. Dikarenakan masih menunggu persetujuaan anggaran oleh anggota Dewan yang saat ini masih terus digodog.

Dikatakan  Nurcahyo, skema pembiayaan Pasar yang baru akan menggunakan Sistem Anggaran tahun jamak atau Multiyears.

Nurcahyo meminta pedagang bersabar dan tidak perlu khawatir karena nantinya semua pedagang lama akan diprioritaskan menempati Los dan kios yang baru.

“Memamg kita nunggu Dewan soal anggaran. Sebelum ketok palu dan disahkan kita belum bisa memastikan. Akan tetapi insha Allah tahun 2018,” ungkap Nurcahyo.

Selain belum jelasnya nasib renovasi Pasar Legi Songgolangit Ponorogo, sejumlah masalah lain yang sedang dihadapi para pedagang adalah permasalahan modal, dimana Dana Bergulir yang diwacanakan kalangan dewan untuk dimanfaatkan para pedagang tidak bisa terealisasi kareana terganjal mekanisme aturan, yaitu belum terbentuknya Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) di Dinas Perdagangan Koperasi dan usaha Mikro Ponorogo.

Kondisi semakin sulit dimana omset para padagang, khususnya pedagang pakaian juga terus menurun bahkan hingga 90%, yang diduga karena lokasi lapak yang sempit dan tidak nyaman sehingga mengurangi minat pengunjung.(ars)

Editor: arso