Kena OTT Tim Saber Pungli, Kades Kesamben Tak Ditahan Polisi

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Diduga lakukan pungutan liar (pungli) terkait pelayanan bagi warga desanya, Aris Priyo Wasono selaku Kepala Desa (Kades) Kesamben, Kecamatan Kesamben terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim Saber Pungli Polres Jombang.

Namun yang menarik dalam penangkapan kasus pungli tersebut, meski sudah tertangkap tangan saat menerima sejumlah uang dari korban yang juga merupakan salah satu anggota Polri di Jawa Timur, ternyata Kades Kesamben tidak ditahan alias lolos dari jeratan hukum. Kades telah dilepas beberapa hari kemudian pasca penangkapan. Seketika hal tersebut membuat warga setempat resah dan mempertanyakan tindakan polisi yang tak menahan kades.

Dari informasi yang dihimpun redaksi, dugaan pungli yang dilakukan Kades Kesamben berkenaan dengan pengurusan surat jual beli tanah. Dalam prakteknya, Kades meminta fee sebanyak 5 % dari harga penjualan tanah tersebut. Dengan adanya permintaan Kades tersebut, warga sempat kesulitan untuk melakukan transaksi jual beli tanah. Akhirnya warga yang saat itu hendak menjual tanahnya karena membutuhkan uang harus dengan terpaksa menuruti permintaan Kades.

Geram dengan sikap Kades yang melakukan pungli, Sugeng Hariyono, warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur yang hendak melakukan transaksi pembelian tanah di Desa Kesamben melaporkan praktek pungli Kades ke Polres Jombang. Pasalnya, saat pembelian tanah sudah berlangsung, dan hanya tinggal mengurus surat jual beli yang selalu dipersulit oleh Kades.

Sugeng selaku pihak pembeli sempat melakukan penwaran terhadap kades, dengan memberikan uang 2 jua, namun Kades tetap tidak mau dan bersikukuh untuk meminta 5% atau setara dengan Rp 7,5 juta. “Atas tindakan tersebutlah, Kades, saya laporkan ke Mapolres Jombang, terkait pungli,” kat Sugeng, pada sejumlah wartawan saat dikonfirmasi, Senin 6 November 2017.

Lanjut Sugeng, usai melapor akhirnya korban berkoordinasi dengan petugas. Sehingga, usai menyerahkan uang tersebut, dan surat jual beli sudah ditanda tangani oleh kades, tim saber pungli langsung menggrebek yang Kades Aris, Rabu (1/11) lalu, sekitar pukul 14.00 di ruang kerjanya. “Saat OTT, uang yang diamankan sebanyak Rp 7,5 juta yang berada di laci meja Kepala Desa,” pungkasnya.

Namun sungguh ironis, usai tertangkap tangan, polisi tak menahan Kades. Beberapa hari kemudian, Kades dilepaskan tanpa diketahui alasannya. “Informasinya, Jumat (3/11) tengah malam, pak Kades dilepas Polres Jombang, mas,” tegas sala satu warga setempat, yang namanya enggan dipublikasikan.

Ternyata, informasi tak ditahannya Kades Kesamben tersebut benar adanya. Saat ditelusuri ke Balai Desa setempat, Kades Kesamben Aris Priyo Wasono tengah dalam kondisi sakit, sehingga tak masuk kerja. Demikian juga saat didatangi rumahnya dalam kondisi sepi.  “Pak Kades tengah sakit,” tandasnya secara singkat salah satu staf Desa.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi AKP Gatot Setyo Budi hanya membenarkan penanganan kasus dugaan pungli Kades Kesamben di tangani oleh Polres Jombang. “Masih dalam penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi,” papar Gatot.

Namun ketika hendak ditanyakan lagi soal tak ditahannya Kades Kesamben padahal jelas-jelas tertangkap tangan, telepon seluler Kasatreskrim susah dihubungi. Meski terdengar nada sambung pada telepon selulernya, namun tak juga dijawab.

Hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Polres Jombang. Sebelumnya kepala pasar Ploso Jombang, juga sempat tertangkap oleh tim Saber Pungli Polres Jombang, namun tampaknya kepala Pasar Ploso tersebut juga dibebaskan, dan proses hukumnya masuk angin.

Kini kepala pasar Ploso malah menduduki jabatan yang lebih strategis, pihaknya kini menjabat sebagai Kepala Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, usai ditangkap tim Saber Pungli. Meski kejadian ini sempat dilaporka ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, nampaknya hal ini hanya masuk di telinga Dewan, dan tidak terjadi perubahan apapun.(elo)