Bau Busuk Ikan Mati, Nelayan di Paciran Lamongan Semakin Resah

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Tampak Sabtu (11/11/2017) pagi, nelayan di Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai resah dengan adanya kematian ribuan ikan bahkan ratusan ribu ikan di pesisir pantai di Desa KandangSemangkon, Kecamatan Paciran.

Sudah memasuki dua hari ikan mati di sekitaran pesisir pantai di Desa kandangsemangkon, semakin menimbulkan bau busuk. Di takutkan bau busuk dari ribuan ikan mati akan mengakibatkan virus penyakit di sekitar pemukiman warga yang berada di tepian jalan.

Sejauh ini menurut Mastaid nelayan setempat, matinya ribuan ikan di wilayahnya dampak dari limbah beracun milik salah satu industri pabrik di Paciran.

“Benar mas, bau busuk mulai menyengat. Baunya sudah sampai ke pemukiman warga. Itu yang mati ribuan ekor ikan, bisa bisa lebih dari ribuan ikan mas,” jelasnya kepada awak media.

Kejadian tersebut bukan untuk pertama kali, tahun 2016 silam juga pernah terjadi ikan mati mendadak di Desa Klayar, Desa Cumpleng, hingga Desa Paciran, Kecamatan Paciran. Bahkan bukan hanya ikan saja yang mati, lobster, kepiting, rajungan, rebon dan kuningan pun ikut mati.

Sementara Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Paciran memalui tim Advokad HSNI Wellem Mintarja sedang melakukan uji laboraturium ikan mati, untuk mengetahui penyebab kematian ikan. Bila mana salah satu pabrik terbukti melanggar aturan mengenai SOP limbah, maka pihaknya akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

“Ini kami sedang melakukan penelitian melalui uji lab. Nanti kita bakal ketahui ini limbah berancun milik pabrik mana. Nah nanti baru kita bawa ke jalur hukum,” kata Wellem.

Selain itu pihaknya juga berharap, pemerintah kabupaten melalui intansi terkait harus melakukan kroscek dan mencari kebenaran, jangan malah menutup nutupi kesalah pengusaha pemilik pabrik.

“Pemerintah daerah mestinya tegas dan bertindak, karena limbah ini sudah merugikan nelayan dan masyarakat setempat,” ungkap tim Advokad HNSI Paciran.

Wellem menambahkan, pemkab melalui instansi terkait untuk melakukan upaya untuk mencegah dan memberi solusi agar tidak semakin banyak ikan yang mati. Selama ini nelayan hanya mengandalkan hasil  tangkapan ikan dilaut. (Fer)