Dituding Curi Listrik, Sambungan Listrik Warga Tambar Jogoroto Diputus PLN

sejumlah petugas PLN dan kepolisian saat melakukan pengecekan dan pemutusan sambungan listrik di rumah Siti Zulaikhah

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Siti Zulaikhah (44) warga Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Jombang Jawa Timur, hanya bisa pasrah saat sambungan litrsik dari PLN di rumahnya, diputus secara sepihak oleh petugas dari PLN Mojoagung, Jombang. Hal ini dikarenakan Siti dianggap mencuri listrik dari pihak PLN untuk keperluan listrik rumahnya.

” menurut keterangan petugas ada sambungan listrik yang sengaja dipasang tidak sesuai perosedur, ya saya mana tahu mas, kan saya yidak ngerti soal pemasangan listrik,” kata Siti saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone seluler, Sabtu 11 November 2017.

Masih menurut penjelasan Siti, pihaknya tidak tahu menahu soal adanya pemasangan sambungan listrik yang dianggap menyalahi prosedur dan dianggap sebagai pencurian oleh PLN, hal ini dikarenakan pihaknya melakukan pemasangan listri tersebut, menggunakan bantuan jasa kepada salah seorang pegawai PLN Mojoagung.

” saya ini cuman tahu bersih, dimintai uang awalnya 25 juta untuk pemasangan listrik, terus saya tawar 20 juta dan disepakati. Selanjutnya pemasangan ini diurusi dan dipasang oleh mas Erik dari PLN,” ungkap Siti.

Lanjut Siti, namun tiba-tiba ada petugas yang datang dari PLN dan saya dianggap mencuri listrik, dan perlu diputus sementara untuk diperbaiki. “sekitar pukul 12.00 WIB, tanggal 23 bulan Oktober lalu saya baru pulang dari pasar, ada kurang lebih sepuluh orang yang mengaku petugas dari PLN Mojokerto dan ada juga petugas dari kepolisian datang ke rumah saya,” ujarnya.

Bahkan pihak dari beberapa petugas menunjukkan beberapa surat hasil daripemeriksaan dan disimpulkan dari hasil surat tersebut bahwa pihaknya dengan sengaja mencuri listrik dari PLN, sehingga pihaknya harus dikenakan denda sebesar 94 juta.

” petugas hanya menunjukkan beberapa lembar surat yang saya tidak tahu isinya, lalu petugas itu mengarahkan saya untuk secepatnya menandatangani dengan alasan supaya bisa dibawa ke PLN Mojoagung,” tegasnya.

Imbuh Siti, pihak petugas tidak menjelaskan isi surat tersebut, petugas tersebut hanya bilang kalau ada indikasi pencurian listrik. Setelah itu dengan ketidak tahuannya Siti menandatangani berkas tersebut. ” eh nggak tahunya lah kok saya malah didenda 94 juta,” terangnya.

Yang menarik, jika memang Siti keberatan dengan nominal denda, pihak petugas PLN menganjurkan pada Siti untuk membuat surat keberatan pada pihak PLN Mojokerto, dengan disampaikan ke PLN Mojoagung.”padahal saya tidak mencuri bahkan saya sudah keluar uang Rp25 Juta untuk sekali pemasangan, listrik ini mas,” imbuhnya.

Sementara itu pihak manager PLN Mojoagung saat dikonfirmasi, pihak keamanan mengatakan bahwa Manager PLN Mojoagung sedang ada tugas luar.” pak Manager tidak dikantor, mas bisa tanya ke bagian reseptionis,” tukasnya singkat.

Namun dari pengakuan nara sumber di internal PLN, yang namanya enggan dipublikasikan bahwa memang kejadian tersebut memang sering terjadi, dan itu memang ada kesengajaan yang dilakukan oleh oknum petugas di lapangan.”itu biasanya yang main tim P2PL nya mas, biasa nyari-nyari gitu buat tambahan, dan sering perkara seperti ini terjadi dilapangan,” pungkasnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.(elo)