Anggota Dituding Lakukan Pemukulan, Kapolsek Bandarkedungmulyo : Ada Miskomunikasi Antar Petugas

Kapolsek Bandarkedungmulyo dan Harun Arifin saat menunjukkan surat pernyataan damai antara pihak Polsek dan Harun Arifin korban pemukulan

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya puluhan warga Desa bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi Polsek Bandarkedungmulyo, hal ini dipicu adanya dugaan pemukulan terhadap Harun Arifin (40) yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum anggota Polsek.

Setelah melakukan pertemuan secara tertutup antara pihak aparat Kepolisian dari Polres Jombang, mulai dari Intelkam, provos, Kapolsek Bandarkedungmulyo, tokoh masyarakat dan Harun selaku korban pemukulan. Akhirnya Kompol Santoso, selaku Kapolsek Bandarkedungmulyo memberikan penjelasan secara resmi kepada warga dan sejumlah wartawan yang ada di Polsek, mengenai adanya dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggotanya.

“kejadian malam Senin kemarin adalah miskomunikasi antara petugas Polsek dan petugas jaga dari proyek tol yakni mas Harun Arifin. Peristiwa ini hanya kesalahpahaman antara mas Arifin dan petugas dari Polsek kita yang waktu itu dipimpin oleh Wakapolsek, di lokasi proyek tol tempat mas Arifin menjaga alat berat perusahaan,” kata Kompol Santoso, Selasa 14 November 2017.

Saat ditanya apakah memang benar-benar ada kejadian pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polsek, Kapolsek menegaskan bahwa kejadian itu tidak benar dan tidak ada pemukulan yang dilakukan oleh anggotanya.

” Tidak ada, namun memang ada pemukulan beberapa minggu lalu, yang dilakukan orang asing yang mengaku aparat keamanan. Dan kejadian ini sebelum petugas dari Polsek terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan atas adanya sejumlah laporan mengenai banyaknya pencurian di lokasi proyek. Pemukulan itu dilakukan oleh orang asing yang menggunakan cebo (red : topeng)dan bukanlah anggota Polsek,” ujar Santoso.

Masih menurut penjelasan Santoso, pihak petugas dari Polsek mendatangi lokasi proyek karena ada laporan bahwa kerap sekali terjadi pencurian di wilayah proyek tersebut.” Karena adanya laporan sering terjadi pencurian solar, dan sejumlah matrial proyek lainnya di wilayah tersebut, selanjutnya petugas yang dipimpin Wakapolsek melakukan penyelidikan, namun sedikit ada miskomunikasi dengan penjaga di wilayah proyek tol,” ungkap Santoso.

Lanjut Santoso, namun dengan adanya pernyataan kesepakatan antara petugas penjaga proyek dengan pihak Polsek yang disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat, pihaknya berharap agar masalah ini sudah selesai dan tidak berkembang opini lain di luar.” Pernyataan ini menjelaskan bahwa tidak apa-apa antara pihak kepolisian dan pihak petugas jaga,” tukasnya.

Sementara itu Harun, selaku penjaga proyek yang menjadi korban pemukulan, mengaku bahwa kejadian pemukulan itu dilakukan oleh empat orang yang mengaku aparat keamanan yang menggunakan topeng.” Karena takut saya lari untuk meminta bantuan ke warga, belum sempat lari salah satu dari orang asing itu memukul tiga kali dibagian perut saya,” terang Harun.

Ketika disinggung apakah alasan orang asing tersebut masuk kewilayah proyek dan apakah ada barang-barang proyek yang hilang, pihaknya mengatakan tidak tahu.” Ya tidak tahu pak, mereka pakai topeng, saya takut waktu itu, belum lagi kondisinya gelap pak,” pungkas Harun.(elo)