Logo Baru Kabupaten Kendal Dipertanyakan

FGD Seminar Pembahasan logo Kabupaten Kendal di Operation Room Sekda Kendal.
FGD Seminar Pembahasan logo Kabupaten Kendal di Operation Room Sekda Kendal             foto : Eko_KIcom

KANALINDONESIA.COM, KENDAL: Belasan tokoh sejarah di Kendal meminta logo daerah Kabupaten Kendal dikembalikan ke logo lama, karena logo yang lama banyak mengandung sejarah dan arti Kabupaten Kendal.

Logo Kabupaten Kendal mengalami perubahan pada tahun 2011 saat dipimpin oleh Bupati Widya Kandi Susanti. Logo Kendal yang lama diganti dengan logo baru hasil dari lomba logo Kendal pada waktu itu.

Dengan berjalannya waktu dan pertimbangan para tokoh dan sejarahwan, ada kemungkinan logo Kabupaten Kendal akan dikembalikan ke logo yang lama, yakni bergambar Kendil.

Pada saat diskusi terbatas yang menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para ahli sejarah untuk mengupas makna logo baru Kabupaten Kendal, Kamis (16/11/2017).

Mantan Wakil Bupati Kendal Masduki Yusak mengatakan, logo Kabupaten Kendal yang lama mempunyai makna sejarah yang penting. Logo lama dibuat oleh pejuang dan ulama yang memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajah.

“Dalam logo lama sudah mencakup seluruh adat kultur budaya masyarakat Kendal, dengan adanya perubahan logo Kabupaten Kendal, makna sejarah mengalami banyak perubahan.”ungkapnya pada saat acara diskusi diruang Operation  Room Sekda Kendal.

Praktisi dari Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono mengatakan, logo merupakan jimat dan identitas suatu daerah, sehingga logo tidak perlu diubah-ubah. Di negara maju sekalipun tidak berani mengubah logo.

“Saya merasa bahwa logo itu merupakan identitas suatu daerah jadi logo tidak perlu dirubah, kalau dirubah nanti orang akan tidak tau daerah tersebut.”ungkapnya.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kendal Agus Dwi Lestari mengatakan, hasil dari diskusi ini bukan lantas dijadikan acuan baku untuk mengembalikan logo Kendal ke logo yang lama. Nantinya, ada mekanisme lainnya baik melalui sarasehan, kuesioner, polling, dan penelitian dari para ahli.

“Setelah diskusi ini akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, yakni dengan mengadakan polling dan mengajak para tokoh untuk mematangkannya lagi.”jelasnya.(eko)