Ikan Mabuk, Warga Karanggeneng Lamongan Ramai-ramai Ke Bengawan Solo

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Warga yang tinggal di sekitar bantaran Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ramai-ramai “memanen” ikan yang mabuk di Bengawan Solo tersebut. Akibat luapan air yang begitu mendadak dan berwarna keruh, fenomena ini dimanfaatkan ratusan warga untuk berburu ikan mabuk di Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur.

Fenomena ikan mabuk karena tingginya debit sungai Bengawan Solo yang mendadak meningkat dan keruh. Menjadi berkah tersendiri bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut untuk memanen ikan.

Saat debit air mulai naik secara tiba-tiba, ikan dan udang tersebut menepi dan terbawa arus sehingga mudah ditangkap.

Puluhan warga beramai-ramai menangkap ikan berbagai jenis di pinggir sungai Bengawan Solo, hanya menggunakan tangan kosong dan berbekal timbah dan tas palstik. Mereka bisa mendapatkan banyak ikan, bahkan ada warga yang mendapat ikan sampai satu karung.

Sejak pagi warga di bantaran Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Karanggeneng, Lamongan berbondong-bondong pergi ke sungai tersebut untuk mengambil ikan mabuk.

“Ikan mabuk di Bengawan Solo sejak tadi malam, ramai-ramai ini nangkapnya pakai tangan ndak usah jaring,” kata salah seorang warga Desa Sumberwudi, Karanggeneng, Sabtu (18/11/2017).

Fenomena ikan mabuk atau biasa disebut ‘munggut’ sudah biasa terjadi di sungai Bengawan Solo jika debit air meningkat dan keruh. Masyarakat menilai ini merupakan sebuah berkah tersendiri bagi mereka. “Lumayan lah dapat ikan banyak,” pungkasnya.

Bukan hanya warga sekitar, bahkan warga yang jauh dari sekitar Bengawan pun ikut beramai-ramai menyerbu. Ikan dan udang hasil tangkapan ini, biasanya dikonsumsi sendiri. Tapi, beberapa warga yang berhasil mengumpulkan cukup banyak bisa dijual dengan harga murah. (Omdik)