Jebol Tanggul Bengawan Solo di Lamongan Semakin Meluas

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Anak tanggul bengawan solo di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, jebol akibat tidak kuat menahan debit air luapan sungai bengawan solo. Akibatnya 42 hektar tanaman padi milik petani tenggelam dan mengalami gagal panen.

Anak tanggul bengawan solo di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Lamongan jebol Sabtu pagi (18/11/2017). Hingga Minggu pagi (19/11/2017) air luapan sungai bengawan solo masih tinggi dan merendam 42 hektar tanaman padi miliki petani.

Tingginya debit air ini dikarenakan intensitas hujan yang masih tinggi terjadi diwilayah jawa timur.

Tanggul tersebut jebol sepanjang 200 meter dengan lebar 10 meter. Sehingga air luapan sungai bengawan solo dengan cepat merendam tanaman padi milik petani. 16 hektar di desa maduran dan 26 hektar di desa jangkung kusumo.

Tanaman padi milik petani tersebut dipastikan mengalami puso dan gagal panen. Meski mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, namun petani akan mendapatkan dana asuransi dari Dinas Pertanian Lamongan, dikarenakan lahan mereka sebelumnya sudah di asuransikan.

Sementara Camat Maduran Harwa membenarkan kalau tanggul diwilyahnya jebol sepanjang 200 meter dan mengakibatkan 42 hektar tanaman padi petani tenggelam.

“Iya benar mas, tanggul di Kecamatan Maduran jebol kemarin pagi. Dipastikan tanggul ini jebol karena luapan sungai bengawan solo,” jelasnya.

Menurut Muslimin Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, berdasarkan informasi warga setempat jebol tanggul tersebut semakin membesar dan akan meluas ke lahan pertanian milik petani.

“Hingga minggu pagi, menurut warga tanggulnya semakin terkikis dan membesar. Dimungkinkan luapan bengawan solo akan meluas ke area lahan pertanian milik petani,” ungkapnya.

Selain itu, pihak BPBD Lamongan dan masyarakat sekitar masih kesulitan menutup tanggul yang jebol tersebut. Dikarenakan ketinggian bengawan solo terus mengalami peningkatan dan masuk siaga 3. (Fer)