Bupati Kendal Ikuti Penanaman 1000 Mangrove

?

KANALINDONESIA.COM, KENDAL: Ada empat daerah di Jawa Tengah yang masuk dalam katagori terkena abrasi tinggi. Keempat daerah yang terkena abrasi yakni, Pekalongan, Rembang, Batang dan Semarang.

Sedangkan abrasi di wilayah Kabupaten Kendal tidak begitu mengganggu masyarakat. Karena belum mempunyai dampak langsung. Dibandingkan wilayah Pekalongan dan  Rembang, kampung nelayan sudah terkena dampaknya abrasi.

“Untuk wilayah Pekalongan dibantu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebsar Rp 20 miliar, Rembang dalam proses pengajuan, Kota Semarang sudah dibuat Detail Engineering Design (DED) nya, dari tim Internasional nanti yang memfasilitasi Walikota  dan Gubernur untuk memecah ombak.”ungkap Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana.

Penanaman 1.000 mangrove dihadiri oleh Bupati Kendal Mirna Annisa, Wakil Bupati Kendal Maskur Masykur, Dandim 0715/Kendal, Letkol Czi Hendro Edi Busono, Sekda Kendal Kendal Moh Toha dan pejabat lainya, diikuti seribu relawan di Obyek Wisata Pulau Tiban di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Minggu (19/11).

Sarwa Pramana mengatakan, Kabupaten Kendal yang dipilih untuk menjadi daerah pertumbuhan dari 136 kabupaten/kota di Indonesia.

Penanaman pohon mangrove ini adalah program nasional untuk mengatasi abrasi, sehingga dengan potensi alam yang sudah dapat didorong sebagai obyek wisata, pemerintah daerah harus mendukung dengan menggandeng dunia usaha.

Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Sekolah Laut ini merupakan program BNPB dengan melakukan penanaman sebanyak 1.000 mangrove dengan melibatkan seribu relawan.

“Perawatannya 1.000 mangrove yang ditanam ini tentunya nanti dilakukan BPBD, relawan dan juga melibatkan sekolah laut. Mudah-mudahan Pulau Tiban Kartika Jaya ini bisa dipantau untuk diangkat menjadi obyek wisata yang luar biasa,” terangnya.

Kalakhar BPBD Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, pihaknya sudah menyebar nomor posko BPBD Kendal ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kendal. Hal itu supaya bila terjadi bencana, bisa segera diberikan pertolongan baik oleh BPBD maupun relawan lainnya.

“Kami bersama relawan dari berbagai wilayah siap turun dan membantu warga jika terjadi musibah bencan alam,” tandasnya.(eko)