Dewan Kendal Potong Anggaran OPD yang Belum Jelas Peruntukannya

KANALINDONESIA.COM, KENDAL: Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) tahun 2018 yang diadakan di Cirebon Jawa Barat akan ada pemotongan atau saving anggaran oleh Dewan yang belum jelas peruntukanya. Salah satu OPD mengaku di saving anggaran kegiatanya hingga Rp. 25 Miliar.

Sekda Kendal M Toha saat dikonfirmasi Minggu (18/11/2017) membenarkan bahwa hampir semua Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) yang anggaranya di saving.

Pihaknya menyayangkan adanya saving anggaran tersebut karena akan berpengaruh terhadap target pekerjaan di OPD tersebut. Selain itu menurut M Toha akan berpengaruh terhadap keterlambatan pekerjaan karena harus merencanakan ulang.

“Jika anggaran di saving maka OPD yang bersangkutan dipastikan tidak memenuhi target, sementara jika ada kegiatan yang baru dampak dari saving tersebut maka akan berpengaruh terhadap keterlambatan pekerjaan dan itu sangat menyulitkan OPD kami,” ungkap M Toha.

Lanjutnya, Besarnya saving menurut M Toha belum diketahui secara pasti dan diperuntukan untuk apa juga belum dijelaskan.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Kendal H Prapto Utono saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum mendapat laporan terkait saving yang dilakukan.

“Saat ini masih dalam pembahasan tingkat Komisi dan saya belum mendapatkan lapora secara tertulis.”ungkap Prapto Utono.

Menurutnya, Saving akan dilakukan oleh Dewan jika belum ada study atau bahkan tidak masuk dalam rencana anggaran, jadi akan percuma jika tetap dianggarkan karena tidak bisa dilaksankan,”terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Kendal Sulistyo Ari Wibowo mengatakan, jika Dewan tidak melakukan saving pada anggaran di beberapa komisi maka akan ada rasionalisasi. Maka dari itu Komisi D akan melakukan rasionalisasi terhadap pembangunan Rumah Sakit tipe D di Kecamatan Sukorejo.

“Anggaran untuk pembngunan Rumah Sakit tersebut sebesar Rp. 12 Miliar dan kami meminta agar benar-benar dilaksanakan dan jangan sampai tidak bisa dilaksanakan seperti pembangunan gapura batas kota yang tidak jadi dibangun,”katanya.(eko)