Krisis Figur Pemimpin Kepala Daerah yang Ideal, Puluhan Pemuda Gelar Diskusi Memilih Pemimpin Jombang

Suasana diskusi ‘Garda Muda Memilih Pemimpin di salah satu kedai kopi di Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Carut marutnya pemerintahan yang ada di Jombang, membuat sejumlah kalangan pemuda menjadi apatis terhadap, urusan jalannya roda pemerintahan. Sehingga banyak pemuda dan pemudi yang enggan menggunakan hak pilihnya dalam moment-moment pemilihan umum, baik pilpres, pilgub maupun pilbub.

Kali ini sekolompok pemuda yang mengatasnamakan Generasi Muda Jombang melakukan diskusi public. Dengan membahas kriteria-kriteria figure pemimpin yang ideal. Hal ini diharapkan agar pemuda memiliki kepedulian terhadap politik pemerintahan serta berperan aktif dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang 2018 mendatang.

“Sudah tidak keren anak muda yang apatis atau apriori, bahkan golput. Justru, sebagai generasi yang hidup di era milenia wajib menjadi anak muda yang peduli dan pro aktif dengan menentukan pemimpinnya di masa depan,” kata Zulfikar Damam Ikhwanto atau yang akrab disapa Gus Antok, selaku Ketua PC GP Ansor Jombang, yang menjadi salah satu nara sumber dalam diskusi public tersebut.

Masih menurut Gus Antok, di era saat ini kawula muda waktunya memperdalam ilmu dan wawasan politik. Disamping itu juga melakukan observasi, serta mengumpulkan informasi tentang bagaimana kriteria pemimpin Jombang ke depan yang ideal, ditengah carut marutnya sejumlah polemik di pemerintahan daerah saat ini. “Memilih pemimpin berdasarkan keyakinan itu dibolehkan, akan tetapi harus obyektif dan realistis,” ujarnya.

Lanjut Gus Antok, adanya diskusi yang mengedepankan pandangan obyektif terhadap figure pemimpin yang ideal diharapkan menjadi pemantik kesadaran bagi generasi muda era milenia untuk menentukan sikap politik yang aktif dan obyektif. “Sebagai pembelajaran dalam menentukan sikap politik yang aktif dan obyektif dengan mendorong kepemimpinan kedepan yang bisa mengakomodir kepentingan seluruh golongan,” tandasnya.

Sementara itu menurut Aan Anshori selaku Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan untuk (LINK), Jombang membutuhkan sosok pimpinan yang mampu mengelola keadilan sosial yang baik dan tentunya bersih dan tidak korup. “Menurut saya yang dibutuhkan itu duet pemimpin yang mampu mengadministrasi keadilan sosial dengan bertumpu pada integritas dan antikorupsi,” tegas Aan.

Imbuh Aan,  dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Jombang yang tiap tahunnya di angka kisaran Rp. 2,5 triliun. Tentunya mengelola anggaran tersebut membutuhkan sentuhan pemimpin yang punya integritas yang baik dan selalu perpijak pada kepentingan rakyat bukan golongan atau kelompok seperti kondisi saat ini. “Uang rakyat ini tidak bisa diserahkan pada orang yang tidak punya integritas dan tidak pro rakyat,”pungkasnya.

Kegiatan diskusi yang bertema “Garda Muda Memilih Pemimpin”, ini digelar di salah satu kedai kopi di Jalan Wisnu Wardhana Jombang, pada hari Sabtu 18 November 2017 kemarin malam. Diskusi ini dihadiri Ketua Garda Bangsa Kartiyono yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang dengan narasumber Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto atau Gus Antok serta Aan Anshori yang merupakan aktivis Lingkar Indonesia Untuk Keadilan (LInK) sekaligus pegiat jaringan Gusdurian Jombang serta diikuti aktivis muda dari berbagai organisasi kemahasiswaan.(elo)