Wasit Perempuan Warnai HIVOP CUP 2017 Pengangsalan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Semaraknya gelaran HIVOP CUP 2017 Pengangsalan mungkin jadi pembicaran utama bagi pecinta voli di Lamongan dan Gresik. Turnamen antar kampung yang beraroma proliga yang di gelar di Desa Pengangsalan itu tidak hanya mampu menyedot animo masyarakat dari sisi pertandingan volinya saja akan tetapi banyak hal yang menarik diantaranya hadirnya wasit perempuan berlisensi nasional dalam turnamen tersebut.

Lamongan hanya memiliki dua wasit perempuan yang berlisensi nasinal. Sosok istimewa serta bertalenta tersebut adalah Noviatus Suaidah (31) yang juga dipercaya menjadi wasit pada perhelatan HIVOP CUP 2017 Pengangsalan, yang digelar di Lapangan bola voli Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah
Sosok yang akrab disapa Novi ini juga satu-satunya wasit perempuan yang memimpin pertandingan HIVOP CUP 2017 Pengangsalan.

Tak heran, wajahnya cukup akrab bagi para pencinta voli yang kerap menyaksikan pertandingan HIVOP CUP 2017 Pengangsalan langsung di lapangan.

Novi sudah menjatuhkan pilihannya pada dunia olahraga sejak masih kuliah. Kebetulan dia alumnus Fakultas Olahraga di Universitas Negeri Surabaya. Saat masih kuliah, ia mendapatkan materi terkait voli.
Selanjutnya, Novi mengikuti penataran wasit voli daerah pada tahun 2012. Pada saat itu Novi menjadi peserta terbaik kedua dari sekian peserta.

Sebagai bonusnya Novi direkomendasikan ikut penataran wasit nasional pada tahun yang sama. Sejak saat itu Novi tercatat sebagai wasit nasional.

Kepiawaian dan keahlian wasit sangat dibutuhkan dalam kelancaran dan kesuksesan sebuah pertandingan. Wasit yang turun memimpin pertandingan mesti memiliki pengetahuan, pengalaman dan kepribadian yang baik. Keputusan wasit mesti objektif dan tidak memihak serta tidak berdasarkan kepentingan tertentu.

Kepada wartawan ini, Novi juga menjelaskan, agar pertandingan bisa sukses dan lancar, wasit mesti bekerjasama dengan seluruh elemen, baik dengan petugas, panitia dan penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut.

Situasi yang kondusif di luar lapangan juga menjadi penentu sukses dan lancarnya sebuah pertandingan. “Kalau penonton rusuh, maka pertandingan bisa terganggu. Karena kondisi itu bisa mengganggu konsentrasi wasit,” ungkap Novi.

Novi yang mengaku sudah turun memimpin pertandingan pada beberapa kejuaraan tersebut juga menjelaskan, bahwa pada setiap pertandingan dibutuhkan 2 orang wasit, 4 orang hakim garis, 2 orang scorer, 6 orang anak bola, 4 orang pengepel lapangan, 2 orang dewan wasit, 2 orang dewan hakim, dan semuanya di bawah naungan technical delegate.

Melalui Media ini, Novi memberikan apresiasi kepada masyarakat Pengangsalan dan sekitarnya. “Penonton dalam turnamen HIVOP CUP 2017 Pengangsalan sangat luar biasa. Meskipun membludak, tetapi penonton sangat teratur dan tetap menjaga kondisi yang kondusif,” beber Novi.(Omdik)