Antrian Pemohon Belum Ditertibkan Satpol PP, Kepala Dispendukcapil Adu Mulut Dengan Warga

warga yang sudah satu tahun urus e-KTP, terlibat adu mulut dengan Kepala Dispendukcapil

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Pasca dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) oleh Bupati Jombang Nyono Suherli Wihandoko di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), akan diberlakukan penertiban pada pemohon Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, oleh aparat dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP).

Selain menerjunkan parat Satpol PP, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang akan melakukan upaya lain, yakni dengan memberlakukan penertiban lewat pembatasan jumlah pemohon e-KTP berdasarkan undangan. Namun sangat disayangkan, upaya itu hanya masih sebatas wacana.

Para pemohon pelayanan e-KTP di kantor Dispendukcapil Jombang masih tetap semrawut. Jumlah pemohon masih saja membludak. Antrian panjang hingga saling dorong dan berdesakan masih terjadi.

Bahkan, seorang warga atau pemohon e-KTP sempat terlibat adu mulut dengan Kepala Dispendukcapil. Warga tersebut merasa pelayanan e-KTP di kantor Dispendukcapil sangat lemot. Dia mempertanyakan mengapa e-KTP miliknya tak kunjung jadi. Padahal, pengurusan sudah dilakukan sejak setahun yang lalu.

Praktis, warga tersebut harus ikut kembali berdesak-desakan hanya untuk sekedar menanyakan e-KTP miliknya. “Jujur saya kesal, sudah selama setahun lakukan pengurusan, tapi tak juga jadi. Bagaimana ini?” ujar Fatimah (49), pemohon e-KTP yang terlibat adu mulut dengan Kepala Dispendukcapil, 20 November 2017.

Untungnya, adu mulut tersebut tak berlangsung lama, setelah yang bersangkutan mendapatkan penjelasan. Meski demikian, yang bersangkutan tetap saja merasa kesal dan menyayangkan pelayanan e-KTP di kantor Dispendukcapil yang tak maksimal hingga membuat warga harus berdesak-desakan.

Sementara itu Ach. Syarifudin, saat dikonfirmasi pihaknya mengaku upaya penertiban sudah dilakukan dengan meminta bantuan Satpol PP. Namun, dari pantauan di lokasi tak ada satu pun anggota Satpol PP yang membantu pengaturan.

“sesuai dengan petunjuk pak Bupati seharusnya, pada pukul 05.30 WIB, petugas satpol PP akan menjaga ketertiban di pintu belakang 4 orang, dan di dua orang di depan serta dua orang petugas dari Dishub untuk menjaga arus lalin, tapi saya belum mengerti kenapa pak Widodo (kepala Satpol PP) belum mengirim anggotanya,” kata Ach. Sjarifudin, selaku kepala Dispendukcapil Jombang, Senin 20 November 2017.

Terkait tudingan pelayanan yang tak maksimal hingga pemohon e-KTP harus menunggu bertahun-tahun dan tak kunjung jadi, Syarifuddin membantahnya. “Tak mungkin hal itu terjadi, mungkin saja yang tadi protes itu menggunakan jasa pihak ketiga atau calo. Karena kita tidak layani pengurusan e-KTP lewat jasa calo,” kilahnya.(elo)