Wah, Temui TKI Diduga Pakai Dana APBD

KANALINDONESIA.COM, GRESIK: Diduga sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Gresik mendampingi lawatan Bupati Sambari Halim Radianto ke Malaysia selama tiga hari, Jumat 17 –  Minggu 19 menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), bukan dana pribadi, mulai ada titik terang.

Salah satu pejabat di lingkup Pemkab Gresik yang enggan disebut namanya menyatakan, kalau tidak semua pejabat yang ngelencer ke Malayasia menggunakan dana pribadi.

Namun, mereka ada yang  menggunakan dana APBD dari pos dana taktis (dana tak terduga). Kebanyakan Kepala OPD dan pejabat yang ikut lawatan Pak Bupati bukan menggunakan dana pribadi. Tapi, dana taktis yang pos di OPD masing-masing, celotehnya. Selasa (21/11/2017).

Karena itu, sangat logis kalau ada sejumlah Kepala OPD mengajak serta bawahannya ikut lawatan ke Malaysia. Siapa yang tak bisa pakai dana APBD untuk lawatan. Makanya sejak awal saya tak yakin mereka (Sejumlah Kepala OPD) iuran untuk lawatan ke Malaysia,” cetusnya.” Iuran Rp 5-6 juta bagi pejabat dari dana pribadi itu sangatlah besar. Uang apa lagi yang mereka pakai, dari sisa gaji, mustahillah,  karena kebutuhan rumah tangga pejabat itu sangat banyak apalagi kalau sudah ada tanggungan anak sekolah dan kukiah, paparnya.

Sejumlah pejabat yang ikut lawatan Bupati ke Malaysia yang memboyong sebanyak 119 rombongan saat dikonfirmasi rame-rame membantah informasi itu.

Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Pemkab Gresik M Nadlif misalnya, ia membantah kabar tersebut.” Tidak ada. Semua bayar sendiri-sendiri, ” kata Nadlif. (wan)