Hampir Punah, Rusa Bawean Gresik Jadi Maskot Asian Game 2018

KANALINDONESIA, GRESIK: Rusa Bawean (Axis Kuhlii) resmi ditetapkan sebagai salah satu maskot Asian Games 2018 bersama Badak Jawa dan Cendrawasi Papua.

Rusa Bawean dipilih sebagai simbol atau lambang kecepatan dalam konteks dunia olahraga. Selain itu, Rusa Bawean juga mewakili Indonesia bagian tengah, sebagai wujud keragaman masyarakat.

Mamri, (54) Penjaga Penangkaran Rusa Bawean mengatakan, penangkaran rusa sekarang sudah banyak dikenal orang semenjak Logo dan maskot Asian Games 2018 sudah diumumkan di Kantor Staf Kepresidenan RI, Kamis 28 Juli 2016.  Ada tiga jenis hewan yang sudah ditetapkan sebagai maskot Asian Games Atung (Rusa Bawean), Bhin (Cendrawasih Papua), dan Ika (Badak Jawa) dibanding dulu tentunya lebih maju sekarang. “Hampir setiap hari ada pengunjung, wisatawan lokal maupun asing tujuannya melihat langsung rusa Bawean, katanya. Selasa (21/11/2017).

Rusa Bawean (Axis kuhlii) adalah sejenis rusa yang saat ini hanya ditemukan di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Rusa Bawean tergolong spesies langka dan diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh IUCN. Populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor di alam bebas. Karena itu, spesies ini ditetapkan sebagai hewan lindung.

Rusa Bawean hidup dalam kelompok kecil yang biasanya terdiri atas rusa betina dengan anaknya atau jantan yang mengikuti betina untuk kawin. Mereka tergolong hewan nokturnal atau hewan yang aktif mencari makan di malam hari.

Dikutip dari Wikipedia, Rusa Bawean jantan memiliki tinggi badan sekitar 60–70 cm. Panjang ekor 20 cm. Panjang dari kepala dan tubuh 140 cm. Kemudian, Bobot Rusa Bawean dewasa 50–60 kg.

Rusa ini memiliki warna kulit coklat. Rusa jantan memiliki tanduk bercabang tiga yang dapat tumbuh sepanjang 25–47 cm. Tanduk ini digunakan oleh rusa pejantan untuk memperebutkan rusa betina saat memasuki musim kawin.

Di Pulau Bawean sendiri, terdapat penangkaran rusa yang dibangun sejak 2003 silam. Penangkaran Rusa Bawean terletak di kawasan perbukitan di Pudakit Barat, kecamatan Sangkapura.

Saat ini di penangkara Rusa Bawean Beto Gebang terdapat sekitar 30 ekor rusa yang terdiri atas rusa jantan dan betina. Awalnya, penangkaram ini hanya merawat dua ekor induk rusa. (wan)