Kena OTT Tim Saber Pungli, Meski Sempat Dilepas Kini Kades Kesamben Jombang Resmi Ditahan

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Diduga lakukan pungutan liar (pungli) terkait pelayanan bagi warga desanya, Aris Priyo Wasono selaku Kepala Desa (Kades) Kesamben, Kecamatan Kesamben, Jombang Jawa Timur, yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh tim Saber Pungli Polres Jombang, akhirnya memasuki babak baru.

Meski sempat di bebaskan, dan mendapat respon negative dari masyarakat Desa setempat, hingga berbuntut akan adanya aksi masa dari warga setempat untuk melakukan demonstrasi ke Polres Jombang, kini akhirnya Kades Aris ditahan oleh pihak Kepolisian.

Penahanan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian ini dilakukan pada hari Kamis, 16 November 2017, minggu kemarin. Kades Aris diduga melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang, dengan melakukan pungutan liar (pungli) pada seorang warganya yang saat itu melakukan pengurusan surat jual beli tanah. Dalam prakteknya, Kades meminta fee sebanyak 5 % dari harga penjualan tanah tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait penahanan Kades Aris, AKP Gatot Setya Budi selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, membenarkan terkait penahanan yang dilakukan oleh pihaknya kepada Kades tersebut.” Iya mas, sejak kemarin kamis kita lakukan penahanan terhadap kades,” kata Gatot saat ditemui dikantornya pada hari Selasa, 21 November 2017.

Jika terbukti bersalah, Kades Aris akan dikenakan pasal 12 e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan ancaman maksimal 20 tahun. “ untuk saat ini masih kita lengkapi berkasnya dan akan kita limpahkan ke Kejaksaan,” tukas Gatot.

Kini Kades Aris ditahan di ruang tahanan Polres Jombang, untuk menunggu jalannya proses hukum yang kini masih terus berlangsung. Selain menahan Kades Aris, Polisi juga menyita barang bukti uang tunai sebesar 7,5 juta.(elo)