Sembilan Kecamatan di Gresik Rawan banjir, BPBD Siapkan Peralatan

KANALINDONESIA.COM, GRESIK: Sedia payung sebelum hujan, memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik selalu siap siaga. Bahkan beberapa daerah yang selalu terdampak banjir sudah dipetakan dan perlatan tanggap bencana sudah disiapkan.

Kepala Badan Penangulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Abu Hassan, dalam mengahadapi musim penghujan pihaknya sudah melakukan persiapan matang jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir.

Pihaknya juga sudah memetakan daerah-daerah atau wilayah kecamatan yang terdampak banjir di kota Industi,” Karena sudah menjadi tugas dan fungsi kami, Siap adalah harga mati,” katanya. Selasa (21/11/2017).

Sepanjang tahun 2016 data BPBD bencana alam di Gresik terjadi 70 kali, bencana banjir mendominasi hingga 41 kali kejadian, lalu disusul angin kencang 14 kali dan kebakaran 6 kali kejadian.

BPBD Gresik memetakan wilayah dan juga sudah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir.

“Sudah kami persiapkan peralatan yg dibutuhkan untuk penanggulangan bencana banjir,” tambah Dianne Hetty Widajatie, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Gresik.

Beberapa titik kecamatan yang menjadi kosentrasi pihak BPBD Gresik antara lain Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Wringinanom, Driyorejo, Cerme, Menganti, Bungah, Dukun dan Kebomas.

“Kami terus memantau kondisi cuaca dari BMKG dan selalu siap siaga dengan memantau daerah-daerah atau kecamatan yang sering terdampak banjir,” jelasnya. (wan)