Lintas Tekhnologie Solution Day 2017

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Transformasi digital sendiri bisa dikatakan sebagai perubahan yang terkait dengan penerapan teknologi digital di semua aspek masyarakat manusia. Tahap transformasi berarti penggunaan inheren digital memungkinkan jenis baru dari inovasi dan kreativitas dalam domain tertentu, bukan hanya meningkatkan dan mendukung metode tradisional. Dalam transformasi  ini Indonesia diharapkan bisa meraup hingga USD150 miliar per tahun pada 2025.

Era digital merambah ke seluruh sendi kehidupan di dunia tak terkecuali Indonesia.  Kini Indonesia menghadapi transformasi model binsis dari konvensional ke era digital dan teknologi. Dengan modal populasi penduduk 262 juta, pengguna internet 132, 7 juta, pengguna sekitar 63 juta, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ini.   Bagaimana peluang serta dampaknya? Serta sejauhmana kesiapan ekosistem yang ada? Jawabannya didapat pada Lintas Teknologi Solutions Day dengan Tema : “BUSINESS TRANSFORMATION THROUGHT TECHNOLOGY”  yang diselenggarakan pada Hari Kamis, (23/11/  2017) di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place Jakarta, The Ballroom 1 Lantai 4 Pasific Place, Jakarta.

Para pakar berkumpul dalam forum yang luar biasa informatif, membuka wacana tentang perkembangan teknologi dan dampak ikutannya di berbagai lini kehidupan. Teknologi adalah bisnis, teknologi adalah peluang, teknologi adalah kemajuan, teknologi adalah pengubah tatanan dan aturan hukum dan teknologi bisa menjadi peningkat kerumitan tindak kejahatan.

“Semua elemen bangsa harus terlibat dalam pemanfaatan teknologi secara positif, pengawasan secara intensif, dan bersama-sama dengan Kemenkominfo untuk menjadikan teknologi berdaya guna,” pesan Rudiantara, Menkominfo yang diwakili oleh Dirjen Bidang Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan.

Pada dialog di event Lintas Teknologi Solution Day, hadir melengkapi informasi Menkominfo sebagai pembicara adalah TitoKarnavian, Kapolri, yang diwakili oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim, Brigjend Dr.M Fadil Imran MSI,  Tjahyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesiayang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Drs, Dodi Riyadmadji, MM, serta Dian Siswarini,CEO XL axiata yang diwakili oleh Chief Technical &Information Officer XL Axiata, Yessi Yosetya, dan Montgomery Hong, (IT Director telkomsel).

“Event penting ini digagas oleh PT. Lintas Teknologi Indonesia, yaituperusahaan lokal  yang telah lama berkecimpung di infrastruktur teknologi inti, aplikasi dan solusi layanan. Sebagai sebuah event yang memberikan nilai tambah pada pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan teknologi secara tepat dan cerdas,” pungkas Muhamad Paisol, Presiden Direktur PT. Lintas Teknologi Indonesia.

Ada lima isu yang harus ditata untuk membantu mendorong transformasi digital di Indonesia. Kelima hal tersebut adalah infrastruktur/standarisasi, legal, ekonomi, pembangunan serta sosial dan budaya.

Transformasi digital sendiri bisa dikatakan sebagai perubahan yang terkait dengan penerapan teknologi digital di semua aspek masyarakat manusia. Tahap transformasi berarti penggunaan inheren digital memungkinkan jenis baru dari inovasi dan kreativitas dalam domain tertentu, bukan hanya meningkatkan dan mendukung metode tradisional.

Menurut Paisol, mengacu pada survei global dari Pure Storage bertajuk Evolution mengungkapkan sebanyak hampir 70% dari 200 bisnis di Indonesia yang terjaring sebagai responden menuturkan bahwa lebih dari separuh pendapatan yang mereka kantongi dihasilkan dari arus-arus digital pada bisnis mereka. Adapun hasil ini lebih tinggi dari angka rata-rata yang tercatat untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang, yakni sebesar 46%.

Survei ini mencatat meskipun saat ini Indonesia masih berada di tahap awal perjalanan digitalisasi, namun bisnis-bisnis terkoneksi tampaknya makin gencar memperkukuh strategi digital mereka. Hal ini membawa imbas yang cukup signifikan dari sisi ekonomi.

Indonesia diharapkan bisa meraup hingga USD150 miliar per tahun pada 2025. Adapun teknologi-teknologi yang tengah naik daun, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta machine learning menjadi pemicu bagi bisnis dalam mempercepat kesuksesan mereka beralih ke digital serta mendukung mereka dalam mengubah cara mereka mengoperasikan bisnis di tengah ekonomi digital saat ini.

Survei independen ini menjaring lebih dari 9.000 responden yang berasal dari kalangan pemimpin IT di organisasi-organisasi di seluruh dunia, mencakup 3.000 orang yang berasal dari perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik dan Jepang.

Menurut survei, tercatat sebanyak 79% bisnis di Indonesia bergantung pada layanan-layanan digital dalam rangka mempercepat inovasi. Sementara itu, sebanyak 71% dari mereka yakin bahwa langkah tersebut akan mendukung mereka untuk tetap unggul dan kompetitif di kancah persaingan pasar yang kian sengit.

“Untuk memaksimalkan era digitalisasi berbasis Teknologi ini, diperlukan konsistensi dan peran serta masyarakat untuk mendukung, mengendalikan, dan mengembangkan teknologi inovasi yang diciptakan agar dapat digunakan secara optimal demi kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing tinggi,” ungkap Paisol. @Fatih