5 Jam Diperiksa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan Akhirnya Nginap Di Rutan

KANALINDONESIA.COM, MAGETAN: Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan melakukan penahanan terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan, Bambang Setiawan, Kamis(23/11/2017).

Penahanan Bambang, diduga melakukan mark up dalam pengadaan bibit tanaman hias dengan nilai Rp 7,8 miliar dalam APBD tahun 2016 lalu.

Dari anggaran Rp 7,8 miliar tersebut, diperuntukkan dalam 112 jenis pekerjaan.

Dalam 122 paket pekerjaan ini, penyidik Kejari Magetan menemukan kerugian negara sebesar Rp 200 Juta dalam 6 jenis pekerjaan.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Magetan, Achmad Taufik Hidayat, dari total 112 item pekerjaan tersebut, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan baru melakukan pemeriksaan 6 item, namun sudah menemukan kerugian negara sekitar Rp 200 juta lebih.

”Dari 6 item pekerjaan, kami menemukan kerugian negara sekitar Rp 200 juta lebih.” Jelasnya, Kamis (23/11/2017).

Dari data Kejari Magetan, keenam jenis pekerjaan tersebut diantaranya adalah pekerjaan belanja bibit tanaman hias, pekerjaan belanja bibit vertical garden, pekerjaan pembuatan naungan jalur hijau di Kecamatan Maospati, pekerjaan belanja bibit vertical garden perkotaan, pekerjaan belanja bibit tanaman keras kabupaten dan pekerjaan belanja bibit tanaman keras perkotaan.

Penahanan Bambang Setiawan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan tes kesehatan selama kurang lebih 5 jam dengan dikawal ketat oleh anggota Polres Magetan.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Magetan masih akan terus melakukan penyelidikan untuk mencari kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus tersebut.(Er/ Choi)