Aliran Kali ditutup, Warga Desa Prijekngablak Lamongan Geram

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Warga Desa Prijekngablak Kecamatan Karanggeneng mulai khawatir dengan intensitas hujan yang mulai tinggi karena sudah memasuki musim hujan. Kekhawatiran warga itu timbul karena sejak ditutupnya saluran irigasi  satu tahun yg lalu.

Jalur irigasi yang mestinya mampu mengalirkan air dari Desa Prijekngablak ke desa tetangga sekitar antara lain Desa Karangrejo Kecamatan Karanggeneng, Desa Bantengputih Kecamatan Karanggeneng, Desa Turi Banjaran Kecamatan Maduran serta Dusun Suwalan Desa Blumbang Kecamatan Maduran. Dampaknya kalau musim hujan air akan menggenangi lahan pertanian dan bahkan dimungkinkan menggenangi pemukiman Desa Prijekngablak.

Penutupan saluran irigasi itu dilakukan oleh dua orang warga Dusun Suwalan Desa Blumbang Kecamatan Maduran tanpa tujuan yang jelas. Kepala Desa Prijekngablak Ali Ajib Anamsari, S.H. mengatakan pelaku sangat keterlaluan karena sudah menutup saluran pengairan pertanian yang dimanfaatkan oleh warga Desa Prijekngablak dan sekitarnya.

Jalur irigasi ini digunakan sejak jaman dulu sampai sekarang. Pada saat pembangunan bendungan tersebut tidak ada ijin dari Dinas pengairan dan tidak ada intruksi dari Pemerintah Desa Blumbang Kecamatan Maduran.

Pelaku itu menutup saluran air sekunder dengan permanen yaitu dengan menggunakan bahan matrial batu gunung (permanen) yang tidak dibuatkan pintu air sehingga aliran air tidak bisa mengalir seperti sediakalah.

“Ini benar-benar persoalan serius karena menyangkut hidup petani dan warga Desa Prijekngablak. pelaku ini sudah keterlaluan. Kami sudah pernah minta penjelasan kepada Pemerintah Desa Blumbang terkait tindakan warganya tersebut,” terang Anamsari.

Permasalahan ini pernah dibahas bersama antara Pemerintah Desa Blumbang Kecamatan Maduran, Pemerintah Desa Prijekngablak serta pihak pengairan Karanggeneng yang memiliki wilayah.

Pertemuan yang dilaksanakan pada hari Jum’at (28/4/2017) yang dihadiri oleh Camat Karanggeneng, Camat Maduran yang diwakili oleh Sekcam, Perwakilan Polsek Karanggeneng, Polsek Maduran, Perwakilan Koramil Karanggeneng dan Perwakilan Koramil Maduran. Dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Blumbang meminta tenggang waktu selama 4 bulan sejak pertemuan tersebut untuk membongkar bangunan tersebut.

“Sampai sekarang bangunan tersebut belum dibongkar juga, kalau dihitung-hitung berarti sudah 8 bulan dari waktu pertemuan tersebut,” imbuhnya, (23/11/2017).

Dia juga mengharapkan pihak yang terkait terutama UPT Pengairan Karanggeneng segera bertindak tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut. (Omdik)