Guru yang Mepunyai Keterbatasan Fisik, Mempunyai Kelebihan Mahir Servis Elektronik

Suliyono sedang memperbaiki TV milik warga yang rusak

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Guru memang bukanlah orang hebat, namun semua orang hebat adalah berkat jasa dari seorang guru. Seperti halnya di Kabupaten Jombang Jawa Timur, keterbatasan fisik yang dimiliki oleh seorang guru, tidak membuat patah semangatnya untuk memberikan manfaat pada orang lain.

Seperti halnya Muhamad Suliyono (43), seorang guru yang memiliki fisik kaki kanan kurang sempurna, hal ini tidak lah membuat kecil hatinya. Suliyono menjadi guru di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP LB) Muhammadiyah, Desa Pulo, Kecamatan Jombang Kota. Dibalik keterbatasannya, dia justru memiliki kelebihan mahir menservis barang elektronik.

Muhamad Suliyono, warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang Kota, memiliki kemampuan menservis barang elektronik yang dipelajarinya secara mandiri karena tidak ada biaya untuk kursus atau sekolah elektronik. “Iya belajar secara otodidak. Tidak ada biaya untuk sekolah elektronik,” kata Suliyono, saat ditemui wartawan, Jumat 24 November 2017.

Keahlian yang dia miliki sendiri tidak lepas dari perjuangan dirinya untuk mengatasi keterbatasan pemasukan bulanan yang dia dapatkan dari honor hasilnya mengajar. Maklum, Suliyono tercatat sudah 18 tahun ini sebagai guru tidak tetap (GTT) di sekolah khusus anak-anak difabel itu.

“Angan-angan jadi PNS sudah tidak mungkin lagi, usia sudah 43 tahun. Tapi kondisi sekarang ya, sudah alhamdulillah. Jauh sekali keadaannya dengan dulu waktu awal-awal mengajar,” ungkapnya.

Masih menurut cerita Suliyono, honor perbulan era dibawah tahun 2003, hanya Rp 110 ribu. Tentunya keadaan ini harus membuat pihaknya, memutar otak, agar dapur tetap ‘ngebul’. Angan-angannya pun tertuju pada dunia elektronik.

“Mulai coba-coba membongkar TV, tape, radio dan sebagainya. Sampai sudah banyak yang datang menserviskan TV dan sebagainya,” ungkapnya sambil menolak menyebutkan berapa tarif servis yang dia patok.

Selain servis elektronik yang bisa mejunjang tambahan penghasilannya, Suliyono juga keliling memenuhi job untuk main organ tunggal keliling, ke beberapa daerah. “Pokok halal semua saya lakukan. Jadi perantara jual beli atau makelar  juga saya lakukan. Pokok cukup untuk makan,” tandasnya.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2017, yang jatuh pada hari Sabtu (25/11) ini, sebagai GTT, Suliyono berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para GTT. “Dulu saya pernah dengar (GTT) akan diberi honor sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Nanti kalau benar diwujudkan bisa menambah kesejahteraannya GTT,” pungkasnya.(elo)