Jalani Sidang Perdana, Istri Sekaligus Korban KDRT Purnawirawan TNI Berharap Pelaku Dihukum Maksimal

tersangka pelaku KDRT saat turun dari mobil tahanan Kejaksaan untuk menjalani sidang perdana di PN Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Zulaikha Eka Yanti (50) warga asal Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri yakni, Imam Santoso Kasdu (57) oknum purnawirawan TNI asal Desa Sembung, Kecamatan Perak, angkat bicara.

Pada sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap tersangka Imam, Zulaikha selaku korban dan istri sah tersangka Imam, berharap agar suaminya dijatuhi hukuman yang setimpal oleh Pengadilan Negeri (PN) Jombang.

” harapan saya pelaku dihukum, maksimal sesuai dengan pasal 44 ayat (1) UU RI nomor 23 tahun 2002 tetang KDRT,” kata Zulaikha saat ditemui dikediamannya, Senin 27 November 2017.

Saat ditanya apa alasan pihaknya, meminta pada majelis hakim PN Jombang, agar menjatuhi hukuman maksimal pada tersangka Imam yang tak lain adalah suaminya sendiri, Zulaikha mengatakan bahwa tersangka sudah sering kali melakukan kekerasan pada dirinya, apalagi kejadian ini dipicu adanya pihak ketiga rekan tersangka bekerja, yang masih berstatus istri sah seorang pria asal Purbalingga.

” ini semata-mata untuk memberikan efek jera pada pelaku. KDRT yang saya alami ini sudah ke dua kalinya, selain sudah sakit hati ini saya juga mengalami trauma,” ujarnya.

Masih menurut Zulaikha, pihaknya mengalami kejadian KDRT yang serupa pada 4 tahun yang lalu, waktu itu pelaku mempunyai wanita idaman lain (WIL), karena itu tersangka sering melakukan KDRT.” waktu itu pelaku punya WIL asal Jember, dan waktu itu saya sempat dianiaya oleh tersangka di Bali di rumah kakaknya, dan di Kediri, di rumah kontrakan tersangka,” ungkapnya.

Selain sering melakukan kekerasan karena punya WIL, tersangka juga sudah tidak menafkahi keluarganya selama 2 tahun lebih.” ya namanya punya WIL, ya uangnya di buat nafkahi simpanannya, mas. Ini saya juga punya bukti transfernya ke WIL simpanannya,” tandasnya.

Dari data yang dihimpun redaksi, Imam diamankan oleh aparat Satreskrim dari Polres Jombang, Jawa Timur, di tempat tersangka bekerja di pemandian Hot Waterboom Guci Ku, Desa Guci, Keacamatan Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 14 September 2017, sekitar pukul 07.30 WIB. Tersangka kabur ke Kabupaten Tegal usai melakukan KDRT pada istrinya, dan anaknya laki-laki, dan selanjutnya dilaporkan oleh korban kepada pihak yang berwajib.(elo)