Wabup Sumbawa Barat Jadi Pembicara Dalam Seminar Nasional DBiP di Mataram

KANALINDONESIA.COM, SUMBAWA BARAT: Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional Desa Benerang infomasi Pablik (DBiP) yang bertemakan ” menurunkan angka kemiskinan melalui penerapan pemerintahan terbuka ” di aula Islamic Center Mataram.Nusa Tenggara Barat, Rabu (29/11/2017).

Dalam penyampaian materinya, Fud Syaifuddin.ST menyampaikan beberapa program unggulan selama ia menjadi wakil bupati yang mendampingi Bupati Ir.H.W.Musyafirin,MM.Kegiatan yang dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda), Ir.Rosyadi H. Sayuti, M.Sc, Ph.D tersebut juga dihadiri para kepala desa sekdes,BPD se Propinsi Nusa Tenggara Barat , pejabat struktural, dosen mahasiswa Dan Masyarakat umun.

Wabup asal Desa Bangkat monte Salah satu Desa Di Sumbawa Barat itu mengatakan,beberapa waktu yang lalu pemerintah sumbawa barat Mengundan 1500 KK yang tergolong miskin untuk mendeklarasikan pengentasan kemiskinan tingkat kabupaten yang sebelumnya di lakukan di desa dan kecamatan secara serentak si laksanakan di sumbawa barat.ucapnya.

“Dalam hal pemberdayaan masyarakat dan mendendengar aspirasi masyarakat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.membentuk forum yasinan yang di mana kegiatan itu di laksanakan setiap malam jumat,dimana masyarakat bisa lansung bertatap muka dengan pemimpinnya dan menyampaikan apa masalah dan kendala mereka di desa secara terbuka gan gamblang,”alhamdullillah Pemkab Sumbawa barat telah menerbitkan Perda tentang agen Peliuk di mana agen itu membantu pekerjaan pemerintah daerah maupun pemerintah desa,Dan di setiap desa kami memiliki enam peliuk yang di bagi tugasnya di dusun masing masing untuk bekerja mendata dan mencatat by name by adres bagi warga yang di kata gorikan miskin,” ujarnya.

Lebih lanjut Bang Fud sapaan Akrab orang No Dua di kabupaten sumbawa barat itu menjelaskan, Masyarakat sumbawa barat juga telah di Bantu dengan Kartu bariri,sebagai contoh kartu bariri nelayan,kami berikan bantuan Perahu lengkap dengan alat tangkapnya, namun pemerintah tidak serta merta memberikan secara geratis,namun itu nantinya geratis, dan untuk mendapatkan bantuan itu masyarakat yang akan menerima bantuan harus terlebih dahulu menabung sebanyak 10% dari harga bantuan yang akan di terimanya dan itu harus sesuai nama dan alamat yang menerima bantuan.dan sisanya di bayarkan secara beransur,warga sumbawa barat secara tidak lansung pemerintah mengajarkan tentang menabung untuk Bisa menjadi warga yang mampu dan tidak tergolong miskin lagi ,” terangnya.

Selain itu Pemerintah juga mempunyai program Bariri lansia, Dimana para orang tua yang ber usia di atas 60 tahun akan memdapatkan bantuan lansung tunai sebesar 300 ribu perbulan dan di berikan per triulan dan itu gratis.

Dalam Bidang kesehatan pemerintah sumbawa barat menggratiskan BPJS kesehatan.Bagi siapa saja warga sumbawa barat yang hendak membuat BPJS kelas III di gratiskan dan di bayarkan pemerintah setiap bulannya. Dan selain itu juga untuk Desa yang paling cepat menurunkan angka kemiskinan di desanya akan di beri insentip sebesar 50 juta oleh pemerintah daerah setiap tahunnya.tutupnya.

Sementara Ketua Panitia seminar Najamudin menyampaikan,” jumlah perserta yang ikut seminar ini tak di duga sebanyak ini, yang tadinya undangan hanya 500an menjadi ribuan bahkan peserta sampai rela berdiri dan duduk bersila untuk mengikuti seminar ini,sabar kita carikan tempat duduk sabar yah.tutupnya saat memberikan laporan kegiatan seminar yang bertemakan ” menurunkan angka kemiskinan melalui penerapan pemerintahan terbuka itu.(awi)