Dua Balita di Lamongan Ditemukan Mengapung di Kolam Ikan belakang Rumah

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Apapun kesibukan orang tua, perhatian anak jangan sampai dilalaikan. Apalagi anak yang masih balita disaat musim hujan seperti saat ini. Seperti yang terjadi di Dusun Kepoh Desa Butungan Kecamatan Kalitengah Lamongan, Rabu (29/11/2017) sore. Dua anak usia bawah lima tahun, Moh. Abdullah Hafidz (3) dan Feronika (4), , tewas tenggelam di empang di belakang rumah, Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 16.00 Wib. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan mengambang di tengah-tengah empang Ikan.

Diperkirakan, kedua balita bertetangga itu tenggelam cukup lama. Orang tua korban mengaku tidak mengawasi anaknya karena sibuk dengan pekerjaannya. Setelah diperiksa di pusat kesehatan masyarakat, kedua jenazah bocah itu dimakamkan di pemakaman umum setempat.

Orang tua kedua korban tak menyadari sang anak bermain hingga ke empang saking sibuknya menuntaskan pekerjaannya. Moh. Abdullah Hafidz (3) dan Feronika (4) meregang nyawa karena luput dari pantauan orang tuanya.

Bripka Tadjid, anggota Polsek Kalitengah menjelaskan kedua korban ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah empang ikan belakang rumahnya sekitar pukul 15.45 WIB, Moh. Abdullah Hafidz  dan Feronika  diduga bermain di pematang saat meninggalkan rumah tanpa pengawasan orang tua yang sedang sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya. Diduga, kedua korban terperosok dan tercebur ke dalam empang yang dipergunakan untuk memelihara lele dengan kedalaman 1 meter tersebut.

“Sejam sebelum ditemukan, orang tua korban mencari karena tidak melihat anaknya. Kebetulan ada empang di belakang yang tidak jauh dari rumahnya,” ujar Bripka Tajid di Mapolsek Kalitengah.

Sementara itu menurut Yadikum salah satu tetangga korban mengatakan Nganti (ibu dari alm. Moh Abdullah Hafidz) tak menyangka anaknya bakal menuju kolam pemeliharaan ikan itu. Nganti mengira anaknya bermain ke tetangga rumah. Beberapa jam tak terdengar suara, Nganti bergegas mencari namun tak ditemukan.

Pencarian berlanjut bersama keluarga Feronika yang juga tidak berada ditempatnya. “Pencarian dilakukan di sekitar rumah dibantu tetangganya. Ternyata kedua korban ada di belakang rumah, mengapung di empang dan sudah lemas,” terang Yadikum.

“Hafidz (Panggilan Moh. Abdullah Hafidz) baru saja ditinggal bapaknya meninggal, belum genap 100 harinya sekarang dia menyusul bapaknya. Semoga keduanya khusnul khotima”, terang Yadikum. Dia juga berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Aparat telah memeriksa jasad Nasia dan dilakukan visum. (Omdik)