Wisata Air Terjun di Sekotong Tengah Belum Tersentuh Pemkab Lombok Barat

KANALINDONESIA.COM, LOMBOK BARAT: Sesuai namanya air terjun.Air yang mengalir dari ketinggian dan jatuh ke permaukaan sungai, dari ketinggian dengan suara yang khas dan manjakan telinga,ternyat di sebuah Desa Di Pulau lombok, yang terletak kurang lebih 500 meter sebelah barat,Dusun Telaga Lebur,Desa sekotong Tengah,Kecamatan Sekotong ,Kabupaten Lombok Barat, Nusa tenggara Barat NTB,

Terdapat juga Wisata Air Terjun Yang tak kalah indah dengan Air terjun yang ada di pulau lombok.Dengan Pemandangan alam yang indah.saat musim hujan debit air terjun tersebut membuay bising telinga,namun Pada saat musim kemarau debit airnya agak menurun.Tapi pemandangan yang exotis yang masih alami memanjakan mata bagi para pengunjungnya.Dan lokasi wisata air terjun tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari balai Desa menuju tempat wisata air terjun yang baru baru ini di temukan.

“kalau di perhatikan sekilas bebatuan besar yang mengapit air terjun itu mirip gajah besar yang sedang duduk,lengkap dengan 2 mata dan belalainya, dan di atasnya ada sebuah makam yang menurut warga adalah makam yang tidak diketahui identitasnya,dan juga ada bekas kaki yang cukup besar melebihi telapak kaki orang dewasa normal,ucap M Rasit Sekdes Desa sekotong Tengah,

Lanjut Rasit,”dan beberapa meter di sebelah kanan terdapat goa dengan seribu kelelawar semakin menambah suasana yang membikin penasaran dengan kisah air terjun ini sebab memang sejak dahulu kawasan ini sering digunakan sebagai tempat pemujaan penganut islam”waktu telu” yang disebut dengan istilah”pedewaq”,urainya

“Sejak di share ke media sosial dan ramai tanggapan dari para netizen. potensi wisata yang terpendam di desa sekotong tengah”goa seribu kelelawar”dan”air terjun batu gajah” mendapat perhatian dari kepala desa sekotong tengah.tutur sekdes M,Rasit.

Hal tersebut di ceritakan juga Lalu Sarappudin Saat Di komfirmasi terkait Pariwisata yang belum lama ini di temukan warga desa sekotang tengah ,”ya memang benar apa yang di ceritakan sekdes saya bahwa belum lama ini warga menemukan Tempat pariwisata yang seperti di ceritakan pak sekdes dan sebagai bentuk pengeloalan akan di bangunkan tempat yang nyaman bagi pengunjung,
Pemerintah desa akan memadukan dalam satu kawasan wista desa, yang mamtinya meliputi ekowisata mangrove,batu nangkok,embung telaga lebur,goa kelelawar,air terjun pedewaq,pasar kuliner,kolam pemancingan,artshop dan yang berhubungan dengan pariwisata.Ungkap Kades Yang belum Genap 1 tahun menjabat, saat di tanyai reporter Kanalindonesia.com terkait pariwisata di desa yang ia pimpin.kamis 30 November 2019.

Lebih lanjut di katakan Sarappudin”Tahun 2018 nanti sebagai mana yang telah disamapaikan dalam diskusi ringan bersama ketua karang taruna dan sekretaris desa beberapa waktu yang lalu ,untuk mendukung potensi pariwisata yang ada di desa sekotong tengah,untuk lebih di kenal para wisatawan nasional maupun internasional,

maka butuh kerja sama antara pemerintah desa,daerah dan propinsi bahkan kalau bisa pemerintah pusat. Dan juga dinas terkait harus ikut serta dalam memajukan potensi yang ada di desa sekotong tengah maupun di desa desa yang lain, yang Potensi pariwisatanya bagus dan bisa memghasilkan PAD “tutur kepala desa Sarapuddin yang juga merupakan anggota APII Lombar itu.

Lalu, Sarappudin juga mengeluhkan Pemerintah daerah lombok barat yang seakan menutup mata terkait dengan pengembangan pariwisata yang ada di desa sekotong tengah Maupun yamg ada di desa desa lainnya.

“belum di garap sepenuhnya untuk pengelolaan wisata itu, karna kita butuh keterlibatan daerah juga,karna kita tidak akan mampu secara teknis maupun anggaran jika pemerintah desa yang mengerjakan semuanya.tuturnya

Di tambahkan Lalu sarappudin,”kita juga punya bendungan yg cukup besar kita punya mangrove di pantai banyak potensi yang kita mau kembangkan terutama di bidang wisata, namun selama ini pemdes tidak pernah bisa di bina apalagi di bangunkan pasilitas oleh pemerintah daerah.

Kalau pemdes saja yang akan membangun potensi yang ada di desa,saya rasa kurang maksimal, kami berharap pemerintah buka mata untuk pengembangan pariwisata,dan cepat tanggap. beberapa usulan melalui musrenbang sudah pernah kita masukan bahkan musrembang tingkat kabupaten sudah pernah kita ajukan namun tak ada Realisasi Dari pemerintah Daerah lombok barat,”keluhnya.(awi)