Astaga, Mobil Ambulans Desa Berpenumpang Ayam Alami Kecelakaan

petugas kepolisian setempat saat hendak melakukan evakuasi MSD Desa Gambiran Mojoagung

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Mobil Siaga Desa (MSD) yang biasa digunakan untuk ambulan Desa, mengalami kecelakaan. MSD yang seharusnya digunakan untuk mengangkut orang sakit, ini malah dsisalahgunakan untuk mengangkut ratusan ayam.

Beruntung atas peristiwa ini Ari Ridayanto (37) pengemudi MSD milik Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang Jawa Timur tersebut, tidak mengalami luka-luka akibat kecelakaan tunggal tersebut, namun ratusan ayam yang menjadi penumpang MSD tersebut, mati mengenaskan.

Peristiwa kecelakaan tunggal MSD dengan nomor polisi S 881 W, ini terjadi di jalan Dusun Ganjul, Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, pada hari kamis 30 November, sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga penyabab kecelakaan tersbut, diakibatkan karena sopir yang mengendarai MSD tersebut, tidak menguasai medan jalan.

“ saat itu ambulan siaga Desa, melaju dengan kencang dari arah selatan sambil membunyikan sirine. Karena tidak tahu jalannya menikung tajam, ambulansnya langsung terjun bebas hingga terguling di tengah persawahan,” kata Agus Riyanto salah satu warga sekitar saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Rabu 30 November 2017.

Sementara itu Purwanto selaku Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, pihaknya mengatakan bahwa sudah mengetahui atas adanya insiden tersebut. Bahkan pihaknya mengaku mendapatkan laporan bahwa sebelum terjadinya insiden itu, MSD milik Desa gambiran tersebut memang sempat digunakan untuk mengantar orang sakit.

” Memang saat pulang MSD nya dibuat mengangkut ayam, dan terjadilah kecelakaan. Jika memang disalahgunakan tidak sesuai aturan, nanti kita akan berikan sanksi tegas,” tandasnya.

Sungguh ironis sekali, MSD yang sebenarnya diperuntukkan untuk mengangkut orang sakit malah digunakan untuk kepentingan usaha pribadi. Peristiwa penyalahgunaan MSD ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Jombang. Sebelumnya di Kecamatan Kabuh, MSD yang seharusnya digunakan untuk mengangkut orang sakit malah digunakan untuk mengangkut gabah hasil panen oleh Kepala Desa setempat.

Kembali terulangnya peristiwa penyalahgunaan MSD ini dikarenakan lemahnya pengawasan serta tidak adanya sanksi tegas dari pemerintah Kabupaten (Pemkab), terhadap para pelaku penyalahgunaan MSD. Bahkan hingga kini rencana Pemkab untuk membuat regulasi khusus yang mengatur penggunaan MSD, hingga kini masih belum rampung dan hanya sebatas menjadi wacana.(elo)