Petani Tambak di Lamongan Ramai-Ramai Tebar Benih

Petani tambak sedang menebar benih ikan di Kecamatan Karanggeng( foto: Omdik_kanalindonesia.com)
Petani tambak sedang menebar benih ikan di Kecamatan Karanggeng( foto: Omdik_kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Petambak Lamongan ramai-ramai memasukkan air dari anak sungai untuk  memulai tebar benih ikan pada hujan awal musim ini. Hujan yang turun mengguyur hampir beberapa hari terakhir ini membuat limpahan air di sejumlah anak sungai. Terlihat Selasa (5/12/2017) pagi tadi nampak para petambak ramai-ramai memulai aktifitas memasukkan air ke lahan mereka dengan menggunakan pompa air.

Pasalnya, air di sejumlah aliran anak sungai itu volumenya belum sepenuhnya tinggi. Sehingga untuk memasukkan air ke lahan tambak harus memakai pompa.

Dalam satu minggu kemarin, curah hujan memang sangat tinggi bahkan dibeberapa tempat sempat terjadi genanangan (banjir), namu cuaca sangat ekstrim sehingga dalam beberapa hari bisa berubah panas mengakibatkan beberapa anak sungai pun airnya turun naik.

”Kalau sekedar dialirkan biasa belum bisa. Karena air dalam kali rata-rata baru setinggi betis,”ungkap H. Sukidi, petambak asal Kecamatan Karanggeneng.

Sementara sebagian petambak yang lembur juga menambah debit air yang  diambil dari beberapa kali akibat guyuran hujan beberapa hari lalu.

Untuk awal pengolahan ini, petambak harus mengeluarkan biaya ekstra untuk biaya diesel. Rendahnya air dalam saluran anak sungai yang harus dipompa ke tambak butuh tenaga ekstra  untuk diesel yang berdampak dengan kebutuhan diesel.

”Air di kali masih rendah  dan untuk ngangkat pakai diesel sangat berat. Otomatis butuh solar tambah banyak,”ungkap Muji Moctar salah satu pemilik tambak.  Sementara harga benih Vanamie dan nener masih belum stabil. Bahkan harganya cenderung tidak seragam.

”Kalau harga benih ikan belum bisa stabil dan tidak bisa dibuat patokan,”kata H Fadholi juragan benih ikan asal Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng.
Pengaruh harga yang belum stabil lantaran petambak masih banyak yang  baru sebatas mengolah lahan. (Omdik)