Jembatan Glagah dicat Pelangi

KANALINDONESIA.COM, KENDAL: Jembatan Glagah di Desa Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu Selatan, dicat warna-warni atau seperti pelangi. Pengecatan bertujuan mempercantik desa sekaligus persiapan sebagai wisata sesuai dengan RPJMD Desa Jerukgiling yang ingin menjadikan sebagai desa wisata.

Kepala Desa Jerukgiling, Abadi, mengatakan, rencana pengecatan jembatan yang membentang di atas Sungai Glagah tersebut, sudah sekitar tiga tahun lalu digagas. Namun, baru terealisasi tahun ini. ‘’Ide pengecatan merupakan usulan dari warga yang ingin mempercantik desa,’’ katanya, Selasa (5/12).

Ia mengatakan, jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1998. Setiap tahun jembatan yang menghubungkan Desa Sidomakmur dan Desa Jerukgiling selalu direnovasi. Sebab, lantai jembatan selebar tiga meter tersebut terbuat dari kayu, sehingga mudah lapuk karena saban hari kena pasar dan kerap kehujanan. ‘’Panjang jembatan sekitar 48 meter,’’ tuturnya.

Anggaran untuk pengecatan bersumber dari Alokasi Dana Desa Penundaan Tahun 2016. Nilainya Rp 18 juta. Pengecatan dilakukan pihak desa bersama warga. Desa melibatkan kurang lebih 10 warga untuk mengecat jembatan tersebut. ‘’Rencana kami beri nama jembatan pelangi. Ini sebagai pertanda jika warga memasuki Desa Jerukgiling,’’ jelasnya.

Dia mengatakan, sesuai dengan RPJMD Jerukgiling, desa tersebut akan dikembangkan sebagai desa wisata. Pihaknya juga mempersiapkan tempat wisata seperti lokasi perkemahan modern dan wisata religi. Di desa kami terdapat beberapa petilasan. Kami masih menelusuri petilasan tersebut dan akan kami kembangkan sebagai lokasi wisata,’’ tambah Abadi.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Jerukgiling, Aryadi, menerangkan, pengecatan jembatan sudah dilaksanakan sejak dua pekan silam. Kendala yang dihadapi yakni kerap hujan, sehingga pekerjaan tidak bisa optimal. ‘’Alhamdulillah beberapa hari terakhir cuaca cerah, sehingga pekerjaan bisa dikebut. Target kami nanti sore (kemarin) pengecatan selesai,’’ terangnya.@eko