Sun Life Ekspansi ke Kota Lapis Kedua dan Ketiga di Indonesia

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat asuransi, khususnya asuransi syariah.

Dengan melakukan ekspansi ke kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia, kali ini Sun Life meresmikan Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Syariah pertamanya di Jambi.

KPM Syariah di Jambi merupakan KPM Syariah Sun Life ke-46 yang kehadirannya akan semakin mendukung strategi besar Sun Life dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia melalui ekspansi dan pendekatan edukatif ke kota-kota lapis kedua dan ketiga.

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia mengatakan berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia disebabkan oleh minimnya tingkat literasi asuransi di kalangan masyarakat, serta keterbatasan kompetensi sumber daya manusia di bidang asuransi.

“KPM yang kami hadirkan di Jambi dan kota-kota lain di Indonesia ini menjadi wujud komitmen dan tanggung jawab kami dalam menjawab tantangan tersebut. Melalui KPM, masyarakat dapat memperoleh informasi akurat dari para tenaga pemasar profesional kami terkait manfaat dan nilai-nilai kebaikan asuransi yang dihadirkan oleh asuransi syariah Sun Life,” ujar Elin Waty dalam pernyataan pers diterima Kanalindonesia.com di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Elin mengatakan, Sun Life merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama yang memisahkan jalur keagenan konvensional dan syariah.

Dengan mengusung konsep Modern Syariah Insurance Expert (MSIE) yang menekankan pada keistimewaan dan profesionalisme agen asuransi syariah Sun Life, maka sampai dengan kuartal tiga tahun ini jumlah agen syariah Sun Life mencapai lebih dari 2.200 orang.

‘Kehadiran KPM di Jambi memiliki relevansi jika ditinjau dari perspektif demografi dan ekonomi. Jambi memiliki potensi besar untuk mendukung terwujudnya komitmen dan upaya edukatif Sun Life dalam mengembangkan industri asuransi syariah di tanah air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Provinsi Jambi saat ini mencapai lebih dari 3,4 juta jiwa, dengan lebih dari 95% penduduknya adalah Muslim. Sementara itu, perekonomian provinsi yang terletak di bagian selatan Sumatra ini ditopang oleh perkebunan karet dan sawit, serta potensi minyak bumi dan batu bara,” kata Elin Waty.

Ditambahkan Norman Nugraha, Chief Agency Officer Syariah Sun bahwa KPM Syariah pertama di Jambi ini berperan positif dalam mengurangi kesenjangan informasi serta membangun pemahaman masyarakat tentang sistem syariah, baik di bidang ekonomi maupun asuransi.

“Salah satu fasilitas yang menjadi nilai tambah KPM Syariah ini adalah tersedianya ruang ujian Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang bermanfaat bagi agen-agen baru,” jelas Norman.

Norman berharap, lewat KPM Syariah, masyarakat Jambi dapat mengenal dan merasakan manfaat dari produk-produk syariah Sun Life, seperti Asuransi Brilliance Amanah yang merupakan produk unit link yang dikhususkan untuk perencanaan ibadah umrah dan haji, Asuransi Brilliance Hasanah Fortune Plus yang merupakan produk unit link syariah yang dikhususkan untuk investasi, serta Asuransi Sun Medical Platinum Syariah yakni asuransi kesehatan syariah pertama yang cakupannya hingga ke luar negeri.

“Masyarakat Jambi dapat memperoleh manfaat yang disuguhkan fitur terbaru kami, yaitu wakaf. Melalui fitur ini, hasil investasi serta uang pertanggungan dari polis asuransi dapat diwakafkan. Terobosan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berwakaf dan memperbesar amal jariyah, sambil tetap menikmati manfaat asuransi. Fitur wakaf yang sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam asuransi saat ini baru dimiliki oleh Sun Life dan dapat dimanfaatkan oleh semua pemegang polis asuransi syariah kami,” tutur Norman. @Fatih