Disnaker dan Dewan Pengupahan, Sepakati Besaran UMK Jombang 2018

suasana rapat pengupahan yang dilakukan oleh Disnaker dan Dewan pengupahan Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Setelah melakukan rapat kordinasi dan studi terkait besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 di Kabupaten Jombang Jawa Timur, akhirnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dewan Pengupahan Kabupaten Jombang menyepakati besaran UMK Jombang pada tahun 2018, sebesar Rp 2.264.135,78.

Rapat yang menyepakati besaran UMK ini dilaksanakan di aula rapat Surodinawan pemkmerintah kabupaten (Pemkab) Jombang, yang diikuti oleh Disnaker perwakilan serikat buruh, pengusaha, pemerintah kabupaten serta dari pihak akademisi.

“pada 8 November kemarin kita ajukan besaran UMK Jombang sebesar Rp 2.264.135,78 ke Gubernur, dan Alhamdulillah usulan kita di setujui Gubernur,” kata Heru Widjajanto selaku Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Jumat 15 Desember 2017.

Masih menurut penjelasan Heru, sejauh ini pihaknya sudah melakukan rapat-rapat dengan Dewan pengupahan untuk menentukan besaran UMK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, termasuk melakukan studi.

“Pada perencanaan usulan, UMK Jombang akan mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp2.082.730 menjadi Rp2.264.000. Namun, kini sudah bisa dipastikan bahwa besaran UMK yang berlaku pada 2018 nanti sebesar Rp 2.264.135,78,” ungkapnya.

Menurut Heru, faktor utama kenaikan UMK Jombang adalah adanya inflasi dan faktor pertumbuhan ekonomi. Namun semua itu haruslah sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015, yang mengatur upah.” Setelah usulan UMK disetujui oleh Gubernur dan menjadi ketetapan besaran UMK di Jombang 2018 nantinya, kita sosialisasikan langsung ke setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang, dan alhamdulillah mereka menerima keputusan tersebut mas,” pungkas Heru.

Dari data yang dihimpun redaksi, UMK di Jawa Timur Tahun 2018 sudah digedok gubernur dengan mengeluarkan surat Peraturan Gubernur Jawa Timur No 75 Tahun 2017. Dari pergub tersebut, UMK Surabaya yang tertinggi dengan besaran Rp 3,5 juta. Sedangkan terendah adalah Rp 1,5 juta yang berlaku di empat daerah kabupaten. Berikut ini daftar UMK Tahun 2018 di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

  1. Kota Surabaya Rp 3.583.312,61
  2. Kabupaten Gresik Rp 3.580.370,64
  3. Kabupaten Sidoarjo Rp 3.577.428,68
  4. Kabupaten Pasuruan Rp 3.574.486,72
  5. Kabupaten Mojokerto Rp 3.565.660,82
  6. Kabupaten Malang Rp 2.574.807,22
  7. Kota Malang Rp 2.470.073,29
  8. Kota Batu Rp 2.384.167,93
  9. Kabupaten Jombang Rp 2.264.135,78
  10. Kabupaten Tuban Rp 2.067.612,56
  11. Kota Pasuruan Rp 2.067.612,56
  12. Kabupaten Probolinggo Rp 2.042.900,06
  13. Kabupaten Jember Rp 1.916.983,99
  14. Kota Mojokerto Rp 1.886.387,56
  15. Kota Probolinggo Rp 1.886.387,56
  16. Kabupaten Banyuwangi Rp 1.881.680,41
  17. Kabupaten Lamongan Rp 1.851.083,98
  18. Kota Kediri Rp 1.758.117,91
  19. Kabupaten Bojonegoro Rp 1.720.460,77
  20. Kabupaten Kediri Rp 1.713.400,05
  21. Kabupaten Lumajang Rp 1.691.041,12
  22. Kabupaten Tulungagung Rp 1.671.035,77
  23. Kabupaten Bondowoso Rp 1.667.505,41
  24. Kabupaten Bangkalan Rp 1.663.975,05
  25. Kabupaten Nganjuk Rp 1.660.444,69
  26. Kabupaten Blitar Rp 1.653.383,98
  27. Kabupaten Sumenep Rp 1.645.146,48
  28. Kota Madiun Rp 1.640.439,34
  29. Kota Blitar Rp 1.640.439,34
  30. Kabupaten Sampang Rp 1.632.201,84
  31. Kabupaten Situbondo Rp 1.616.903,62
  32. Kabupaten Pamekasan Rp 1.588.660,76
  33. Kabupaten Madiun Rp 1.576.892,91
  34. Kabupaten Ngawi Rp 1.569.832,19
  35. Kabupaten Ponorogo Rp 1.509.816,12
  36. Kabupaten Pacitan Rp 1.509.816,12
  37. Kabupaten Trenggalek Rp 1.509.816,12
  38. Kabupaten Magetan Rp 1.509.816,12