2018 Tambang Minyak Bojonegoro Akan Diserbu WNA Rusia

KANALINDONESIA.COM, BOJONEGORO: Aktivitas tambang minyak Di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (22/12/2017). aktivitas penambangan minyak tradisional tetap berlangsung, meski kandungan minyak di kawasan itu tak lagi melimpah seperti dahulu, kawasan itu tetap menjadi sumber pendapatan bagi warga.

Dari data pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kurang lebih sebanyak 800 sumur minyak terdapat di lokasi tambang ini, dan akibatnya lingkungan di kawasan itu rusak.

keberadaan ladang minyak disejumlah wilayah yang berada diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut ditemukan oleh Adrian Stoop, adalah seorang sarjana pertambangan Sekolah Tinggi Tekhnik Delft Belanda pada tahun 1893 di Ledok, Desa Wonocolo, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Wilayah tersebut tidak jauh dengan Kbupaten Cepu, Jawa Tengah.

Saat ini lebih dari 800 sumur minyak tua di kawasan Wonocolo. Sebanyak 544 sumur minyak baru bermunculan dan 176 sumur yang mengantongi izin dari pemilik wilayah kerja, selebihnya eligal. Jumlah tersebut adalah yang tersebesar di Asia Tenggara.

Diprediksi di tahun 2018 akan ada ribuan Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia masuk ke Indonesia, untuk menjadi tenaga kerja di salah satu perusahaan tambang yang ada di Jawa Timur.

Informasi yang diterima Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya, menyebut orang-orang asal Negeri Beruang Merah itu akan bekerja di tambang minyak yang ada di wilayah Bojonegoro.

Nah untuk mengantisipasi hal itu, Imigrasi akan melakukan pengecekan data dan paspor semua WNA yang datang ke Indonesia melalui Surabaya.

“Untuk itu, kesiapan untuk pengecekan administrasi paspor dan data lainnya sudah kami lakukan,” tegas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya Rommy Yudianto.

Pengawasan tenaga kerja asing terus dilakukan. Termasuk jika nantinya ditemukan ada pelanggaran administrasi. “Jika benar, maka kita akan mendeportasi mereka yang melanggar.

Terkait kesiapan pengawasan pihaknya sudah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (TimPora), yang dibentuk di 100 kecamatan yang ada beberapa kota dan kabupaten di antaranya, Lamongan, Gersik, bangil dan Mojokerto. Foto_kanalindonesia.com/kurniawan/17.