BAZNAS Luncurkan Sedekah QR Code

Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta bersama Direktur Operasional PT Sydeco, Albert Downer meluncurkan Sedekah QR Code, di Jakarta,

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: BAZNAS terus melakukan inovasi layanan pembayaran zakat secara digital, sejalan dengan gaya hidup masyarakat milenial saat ini. Kali ini, BAZNAS mengembangkan metode membayar zakat yang semakin praktis, hanya melalui satu tahapan.

Donatur cukup memindai Kode QR atau QR Code yang berada di berbagai media informasi BAZNAS di tempat-tempat strategis, maka zakat dan infak langsung terbayarkan.

Kemudahan Sedekah QR code dapat mulai dinikmati sejak diluncurkan di Jakarta, Jumat (22/12). Jadi dalam acara tersebut, Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta dan Direktur Operasional PT Sydeco, Albert Downer.

Arifin mengatakan, penggunaan QR code ini merupakan yang pertama dalam layanan zakat, infak dan sedekah.

“Masyarakat membutuhkan layanan pembayaran zakat dan infak yang mudah, karena aktivitas sehari-hari yang sudah menghabiskan waktu dan pikiran. Sehingga BAZNAS terus berinovasi mengembangkan cara-cara termudah dalam berbagi,” kata Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta.

Ia mengatakan, masyarakat sudah menunggu fasilitas layanan kemudahan beribadah dengan memanfaatkan teknologi semacam ini, mengikuti ritme dan gaya hidup masa kini.

Kemudahan pembayaran zakat dan sedekah ini menggunakan uang digital atau dompet digital. Pemindaian dapat dilakukan dari Aplikasi ZakatPay yang terdapat pada mobile phone berbasis Android.

“Bersedekah dapat dilakukan sambil beraktivitas sehari-hari karena masyarakat dapat menemukan QR code ini di stasiun, halte, di mall, bandara, bioskop, restoran dan tempat keramaian lainnya,” katanya.

Selain untuk pembayaran zakat, infak dan sedekah, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk pembayaran berbagai keperluan rutin seperti tagihan listrik, air, pembayaran JKN dan asuransi.

Sepanjang tahun 2017, BAZNAS telah melakukan berbagai inovasi pembayaran zakat secara digital melalui tiga platform. Pertama, penggalangan dana melalui platform digital milik BAZNAS, seperti website, fanpage BAZNAS, sosial media milik BAZNAS dan apps store BAZNAS yaitu muzaki corner.

Kedua, menggunakan platform komersial, yakni memasukkan BAZNAS ke berbagai platform e-commerce. Saat ini BAZNAS telah bisa dijumpai di elevania.co.id, bukalapak.com, tokopedia.com, kaskus.co.id, blibli.com, ebaba.com  dan mataharimall.com. BAZNAS juga menggunakan platform crowdfunding yaitu kitabisa.com.

Platform berikutnya yang saat ini mulai dirintis adalah media sosial. Strategi ini merupakan inovasi BAZNAS untuk mendorong penggunaan sosial media bagi kemudahan donasi.

BAZNAS adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan Zakat Infak dan Sedekah pada tingkat nasional. Lahirnya UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/ Kota. @Fatih