Pendamping PKH Ditemukan Tewas Tersambar Petir Usai Tunaikan Tugas

Almarhum Shodikun, SE pendamping PKH di Wilayah Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan yang meninggal usai melaksanakan tugas. Foto: Dok/Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Seorang warga Desa Duri Kulon Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Jawa Timur ditemukan tewas di jalan menuju rumah orang tuanya di Desa Karangwungu Lor Kecamatan Laren. Korban tewas tersambar petir ketika tengah berada di tempat terbuka yaitu Jalan desa yang berada di atas tangkis Bengawan Solo. Lokasi ditemukannya korban berada di jalan yang mendekati wilayah Desa Karangwungu Lor Kecamatan Laren.

Informasi yang diperoleh, peristiwa yang menimpa korban terjadi saat wilayah pinggiran Bengawan Solo tepatnya di lokasi ditemukan korban sedang diguyur hujan diiringi dengan petir, Kamis (21/12/2017) sore dan malam. Identitas korban yang tewas tersambar petir yaitu, Shodikun SE (38) seorang pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) yang bertugas di Wilayah Kecamatan Laren. Ini dibuktikan kondisi korban hangus dibeberapa bagian tubuhnya serta pakaian yang digunakan.

Perangkat Desa Karangwungu Lor, Muhari saat dihubungi melalui telpon selulernya mengatakan bahwa korban adalah warga Duri Kulon tetapi kelahiran Desa Karangwungu Lor Kecamatan Laren. Korban bermaksud ke rumah orang tuanya untuk mengikuti pengajian (tahlilan) dalam rangka 5 hari meninggal bapaknya.

“Almarhum memang kelahiran Desa Karangwungu Lor dan menikah dengan perempuan warga Desa Duri Kulon dan menetap disana. Dia menjadi pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) bahkan menjadi koordinator pendamping di wilayah Kecamatan Laren”, Terang Muhari.

Dikatakannya, penemuan jenazah korban sekitar pukul 17.00 WIB. Korban yang diketahui baru datang dari Bank BNI Lamongan untuk mengurus ATM para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) peserta PKH yang bermasalah, ini terlihat di dekat korban saat ditemukan terdapat tas yang berisi laptop dan berkas-berkas PKH. Korban tidak langsung pulang menuju Duri Kulon akan tetapi mampir dulu ke rumah orang tuanya yang berjarak 15 Km dari rumah korban.

Miskan (53) salah satu warga Desa Karangwungu Lor yang pertama kali menemukan jasad korban mengatakan, kalau kondisi korban pada waktu itu tertelungkup memakai mantel yang kondisinya sedikit rusak seperti terbakar, demikian pula motor yang dikendarai pun beberapa bagiannya juga rusak. Dia tidak berani menyentuh korban, kemudian dia meminta bantuan beberapa orang yang berteduh di pertokoan yang tidak jauh dari tempat ditemukannya jasad korban.

Dengan bantuan beberapa orang serta Perangkat Desa Karangwungu Lor, jasad korban akhirnya dievakuasi ke rumah orang tuanya. Setelah musyawarah sejenak antara orang tua korban dan istri korban akhirnya jasad korban dikirim ke rumah istri korban di Desa Duri Kulon Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan malam itu juga untuk dimakamkan sesuai dengan permintaan istri dan anaknya.

Korban dikenal sebagai pribadi yang baik, ulet dan mudah bergaul, Ini disampaikan oleh salah satu teman korban sesama Pendamping PKH yang sering bersama. Hadi Purwanto salah satu teman korban mengatakan kalau korban adalah pribadi yang bertanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya, selalu bersemangat dan mengeluh.

“Kami bersama teman-teman sesama pendamping PKH merasa sangat kehilangan atas kepergian beliau. Semoga arwa beliau diterima oleh Allah SWT di sisinya sesuai dengan amal ibadanya apalagi beliau meninggal setelah melaksanakan tugas dan beliau juga punya rencana ingin ikut pengajian atas meninggalnya orang tuanya, semoga khusnul khotimah”, pungkasnya. (Omdik).