Rayakan Natal, Jama’ah GKI Windu Lamongan Bagi Sembako Kepada Warga Sekitar

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Windu yang berada di Desa Windu Kecamatan Karangbinangun Lamongan. Foto: Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Bulan Desember merupakan bulan akhir tahun yang didalamnya terdapat momen-momen penting. Salah satunya umat Kristiani yang merayakan Hari Natal. Peringatan Natal ini diperingati dengan berbagai hal. Mulai dari membuat pohon Natal, Ucapan Kartu selamat, serta doa bersama hingga bertukar kado.

Di Bumi Pancasila Perayaan Natal yang hampir bersamaan Tahun Baru selalu mempunyai makna yang sangat penting. Natal menandakan Kasih Yesus yang akan selalu bersemayam dibumi pertiwi.

Hampir seluruh warga berturut serta merasakan aroma keindahan dan kedamaian dalam Natal. Bahkan ada sikap toleransi yang sangat indah, dan ini berbeda dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Senin (25/12/2017) pukul 10.00 WIB di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Windu, warga Desa Windu Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan mengadakan acara pembagian sembako dalam Perayaan Natal Tahun 2017 bersama warga masyarakat sekitarnya yang beragama Nasrani.

Dalam acara Perayaan Natal tersebut dengan tujuan betapa pentingnya memaknai Perayaan Natal Tahun 2017 dan perepannya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi sekarang baru banyak isu perpecahan antar umat beragama yang saat ini tengah beredar dikalangan warga masyarakat.

“Kami membagikan 100 paket sembako kepada warga Desa Windu Kecamatan Karangbinangun dengan tujuan untuk menjalin persaudaraan antar umat beragama dan sebagai wujud cinta kasih kepada sesama dan meningkatkan rasa untuk saling berbagi agar tidak terjadi perpecahan dan perselisihan antar umat beragama,” ungkap Pendeta Ngatino.

Setiap tahun Gereja Kristen Indonesia (GKI) Windu yang berada di Desa Windu Kecamatan Karangbinangun ketika hari Natal selalu membagikan sembako kepada keluarga prasejahtera. Agar tidak menimbulkan penafsiran yang beraneka ragam tentang pembagian sembako tersebut maka penyerahannya diterima oleh Pemerintah Desa Windu yang diwakili oleh masing-masing Kepala Dusun lalu didistribusikan kepada warga oleh Pemerintah Desa. Desa Windu terdiri dari 3 dusun, yakni Windu , Moro dan Ngipik.

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Windu di Desa Windu berdiri sejak Tahun 1965, pada waktu itu bertempat di bantaran Sungai Bengawan Solo. Karena tempatnya kurang strategis maka Tahun 1973 GKI Windu dipindah ke tempat sekarang yang lebih strategis. Warga Nasrani yang memanfaatkan Gereja tersebut untuk beribadah berasal dari Kecamatan Karangbinangun dan Kecamatan Glagah selain penduduk Desa Windu sendiri.

Warga Desa Windu Kecamatan Karangbinangun sama sekali tidak terpengaruh dengan isu perpecahan antar umat beragama karena sejak dulu toleransi antar umat beragama begitu terikat dan sangat erat terjalin persaudaraan antar umat beragama maupun sesama warga masyarakat.

Toleransi umat beragama bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari dengan gotong royong antar warga masyarakat. Selain itu juga diberikan arahan dan himbauan juga jika sedang ada acara perkumpulan maupun kegiatan warga masyarakat.

Hartono, Kepala Desa Windu membenarkan bahwa toleransi beragama di Desa Windu sudah tercipta sejak jaman dulu.

“Kami hidup seperti ini sejak dulu, tidak ada permasalahan yang timbul karena kami berbeda keyakinan. Kami selaku Pemerintah Desa seringkali berpesan jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang sifatnya memecah persatuan umat beragama dan provokasi-provokasi yang tidak bertanggung jawab”, Pungkasnya. (Omdik)