Kakak Kandung PT.SSS Klarifikasi Terkait Tuduhan Trafficing

KANALINDONESIA.COM, KENDAL: Pemberitaan cukup mencengankan saat Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil mengungkap perdagangan 152 pelajar SMK di Kendal, Jawa Tengah dalam sebuah jumpa pers beberapa hari lalu membuat Kakak Kandung Win PT. SSS angkat bicara.

Nanang Ferdiansah menceritakan bahwa perusahaan yang dipimpin oleh adiknya merupakan perusahaan keluarga dan mempunyai ijin resmi. Pihaknya juga tidak pernah mengirimkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal.

Kepada sejumlah media di Kendal kemarin, menjelaskan bahwa pihaknya menyangkal yang dituduhkan melakukan perdagangan manusia. Dirinya mengaku kaget kenapa justru saat masalah sudah selesai adiknya malah ditangkap.

“Masalah ini sebenarnya sudah selesai dan TKI juga sudah kembali kerumah masing-masing dan juga asuransi sudah diterima ke rekening masing-masing karena ketidaksesuaian penempatan, selain itu gaji juga sudah diterima selama mereka bekerja,”ujar Nanang.

Dijelaskan Nanang jika perusahaanya memang merekrut TKI dari beberapa sekolah saat mereka menggelar Job Fair dan peminatnya cukup banyak. Secara prosedur juga sudah dilakukan hanya perusahaan di Malaysia rekanannya memiliki banyak perusahaan dan penempatannya tanpa sepengetahuan PT.SSS.

“Masalah penempatan saya kurang begitu mengetahui namun saat beberapa kali ada sidak ke perusaan tersebut semua sesuai prosedur dan masalah ini sudah selesai pertengahan tahun ini,”lanjut Nanang.

Bukti selesainya kasus Nanang menunjukan surat dari Deputi Bidang Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dimana tertulis memberikan penghargaan atas upaya dan kerjasama PT SSS dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh 149 TKI yang ditempatkan di Syarikat Kiss Food Produce Trading malaysia. Diingatkan juga bahwa segala hak yang harus diterima TKI jangan sampai tidak diberikan. Dan surat yang ditandatangai oleh Direktur Mediasi dan Advokasi R Wisantoro tersebut juga menjelaskan agar PT.SSS tidak mengulangi lagi.

Bukti lain adalah dengan pencabutan Sanksi Administrasi Penghentian Sementar Seluruh Kegiatan Usaha Penempatan TKI atau Skorsing PT.SSS oleh Kementrian Ketenagakerjaan RI melalui surat No. 967/PPTKPKK/VII/2017. Dalam surat Keputusan yang dikeluarkan 21 Juli 2017 tersebut menurut Nanang mencabut surat Keputusan sebelumnya tertanggal 20 April 2017.

“Atas pencabutan terkait salah penempatan TKI sudah selesai, dan kami menjadi bingung ketika justru adik saya ditangkap bulan september lalu dengan alasan Human Trafficing,”lanjutnya. (eko)