Seorang Bocah Diduga Terkena Difteri dan Dirawat di RSUD Jombang, Aksi Galang Dana Heboh di Medsos

orang tua pasien yang diduga terkena difteri yang kini di RSUD Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : AA (3) seorang bocah yang diduga terkena Difteri, yang kini menjalani perawatan di RSUD Jombang, Jawa Timur. Mendapatkan perhatian khusus dari pihak RSUD. Bahkan kabar akan mahalnya biaya perawatan pasien yang ditempatkan pada ruangan isolasi tersebut, sempat menggegerkan warga Jombang, karena beredar aksi galang dana untuk pasien tersebut di sejumlah Media Sosial (Medsos).

“ gejala awal, badannya panas dan kita bawa kesini ternyata kata dokter tadi kena difteri,” kata Atik ibu pasien yang harus mengenakan masker, ketika menunggu anaknya dirawat sendirian di ruang Seruni 1.6, saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa 26 Desember 2017.

Masih menurut Atik, setelah pihak RSUD Jombang melakukan pemeriksaan intensif, beberapa indikasi difteri salah satunya adalah sakit di tenggorokan yang disertai demam. Dalam medis, gejala tersebut mirip batuk dan demam biasa. Namun setelah mendapat pengawasan dari dokter khusus dan diisolasi, kondisi pasien sudah kian membaik.

“Kini sudah mendingan agak sehat, sudah mulai membaik. Tetapi hasil laboratorium RSUD Jombang dibawa ke provinsi untuk test lebih lanjut,” ujarnya.

Saat disinggung adanya pengumuman di media sosial (medsos) yang meminta bantuan dana untuk biaya pengobatan anaknya, karena setiap injeksi harus menghabiskan uang Rp. 4 juta, pihaknya membantah hal tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Dr Pudji Umbaran selaku, Direktur Utama RSUD Jombang, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan adanya persoalan tersebut, pihaknya segera mendatangi pasien untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kami sudah konfirmasi hari jumat kemarin. Memang saat itu kondisi pasien menyerupai Difteri, dengan ditemukannya selaput pada tenggorokan pasien. Dan agar tidak meluas memang sengaja kita lakukan isolasi terhadap pasien,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah bocah tersebut memang terkena Difteri, pihaknya belum bisa memastikan hasil pastinya karena masih menunggu hasil laboratorium, namun dari gejala-gejala yang dialami pasien, memang ada indikasi Difteri maka, untuk memastikan hal tersebut perlu dilakukan tes di laboratorium.

“Hasilnya baru suspect, kalau dikatakan Difteri ini belum bisa. Kondisi pasien saat ini sehat, dengan jantung yang sehat pula. Namun pihak, RSUD Jombang masih menunggu hasil di labkesda Provinsi Jatim, untuk memastikan Difteri atau bukan, dan terkait hasil belum ada,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai pembiayaan pasien, yang sempat dilakukan keluarga pasien dengan menggalang dana di medsos karena biayanya pengobatan Difteri sangat mahal, pihaknya mengatakan bahwa pihaknya sudah sempat mengkonfirmasi hal tersebut terhadap keluarga pasien, dan pihak RSUD juga sudah memberikan solusi kepada keluarga pasien saat konseling.

“ pembiayaan sejak awal memang keluarga pasien sempat mengeluhkan, namun karena Jombang mempunyai program kartu Jombang Sehat, yang bisa mengkafer biaya tersebut, maka kami sarankan pada pihak keluarga untuk mengurus KJS dan Alhamdulillah sudah beres, dan total pasien tanpa dikenakan biaya,” pungkas Pudji.(elo)