Peringatan Haul Gus Dur, Sejumlah Tokoh Nasional Datangi Tebuireng Jombang

suasana areal pemakaman di Tebuireng Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Peringatan haul KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-8, yang akan berlangsung pada Kamis malam 28 Desember 2017, di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, dipastikan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional.

“Nanti ada tiga pembicara, yakni Prof Dr. Mahfud MD, Dr. Rizal Ramli, dan Dra Khofifah Indar Parawansa,” kata Gus Iskandar selaku, Ketua Panitia Haul Gus Dur ke-8 kepada sejumlah wartawan.

Berbagai persiapan untuk acara Haul yang akan digelar pada peringatan haul mantan presiden ke 4 tersebut, sudah mencapai 99 persen. Untuk tamu undangan, Iskandar mengaku panitia telah menyebar 300 undangan VIP dari pimpinan pemerintahan daerah dan provinsi.

“Kami sudah menyebarkan 300 undangan VIP. Sementara undangan umum kita estimasikan 6.000 orang,” ujar Iskandar.

Masih menurut Iskandar, sebelumnya pada pra acara Haul, panitia juga telah menggelar berbagai kegiatan seperti acara ISHARI yang melibatkan sekitar 750 peserta pada Rabu malam (27/12) di lanjutkan Qotmil Qur’an dengan peserta sebanyak 250 orang pada Kamis paginya. “Nanti sore (Kamis sore) juga ada acara 1.000 rebana asuhan Mbah Bolong,” ungkapnya.

Lanjut Iskandar, bagi peziarah umum, makam Gus Dur hari ini masih dibuka, dan akan ditutup pada pukul 16.30 WIB. “Bagi peziarah umum akan di tutup sementara pada pukul 16.30 WIB dan akan di buka kembali pada pukul 00.00 WIB,”pungkasnya.

Dari data yang dihimpun redaksi, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di makamkan di kompleks pemakaman keluarga Ponpes Tebuireng berdekatan dengan makam kakek Gus Dur yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni, KH. Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) dan makam ayahanda Gus Dur yakni, KH. Wahid Hasyim serta makam anggota keluarga pondok lainnya.

Selain sebagai tokoh besar NU dan Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI), semasa hidupnya, Gus Dur juga di kenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan nasib kaum terpinggirkan (Mustad’afiin) dan pejuang pluralisme.(elo)