Razia Gabungan di Eks Lokalisasi Klubuk Kabuh Jombang, Polisi Temukan Puluhan Kondom

petugas dari tim gabungan saat menggeledah salah satu kamar yang ditinggalkan penghuninya dan menemukan puluhan kondom

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dalam rangka mengantisipasi peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan minuman keras (miras), menyambut malam penggantian tahun baru 2018, di bekas lokalisasi yang terletak di Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh Jombang, Jawa Timur.

Aparat Kepolisian dari Satresnarkoba Polres Jombang telah melakukan razia gabungan. Dengan mengerahkan 60 personil gabungan dari unsur Polri, PM TNI, Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) dan Badan Ansor Anti Narkoba (Banaaar), menyisir 49 rumah di wilayah tersebut.

Namun sejumlah petugas memang tidak menemukan narkoba atau miras, justru petugas menemukan puluhan kondom yang belum terpakai dan minuman yang diduga minuman suplemen tradisional berbentuk jamu di dalam almari pendingin di salah satu rumah penduduk setempat yang sudah ditinggalkan penghuninya karena mengetahui ada razia.

“ hasil giat kali ini nihil, yang kita temukan hanya beberapa botol bekas yang diduga sisa dari minuman keras, kita amankan di Polres Jombang,” kata AKP Hasran selaku Kasat Resnarkoba Polres Jombang, pada sejumlah wartawan, Jumat 29 Desember 2017.

Saat disinggung apakah razia gabungan tersebut sudah bocor, karena dilokasi terdapat bekas minuman dan makanan ringan yang tampak baru saja ditinggalkan oleh penghni kamar di sebuah rumah di lokasi tersebut, Hasran menuturkan bahwa pihaknya sudah memintai keterangan terhadap sejumlah warga, namun untuk dugaan informasi bocor pihaknya akan mendalami lagi.

“ pak RT mengatakan mereka (red : wanita penghibur) pada libur, dan akan kita dalami lagi karena rata-rata kamar kosnya di gembok dari luar,” tukas Hasran.

Dari data yang dihimpun oleh redaksi, memang area eks lokalisasi tersebut, masih tetap operasi namun, untuk keberadaan wanita penghibur, memang tidak menetap di loasi eks lokalisasi tersebut. “ mereka biasanya datang, trus tinggal dua hari, selanjutnya pergi dengan lelaki pasangannya, mas,” ungkap SU yang merupakan tokoh masyarakat di wilayah tersebut, sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Setelah melakukan razia dan pulang tanpa membawa hasil, tim gabungan selanjutnya kembali ke Polres Jombang, untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut, karena diduga kuat bahwa operasi tersebut memang sudah bocor.(elo)