Tingkatkan Keahlihan, Warga Desa Meluwur Lamongan Ikuti Pelatihan Menjahit Songkok

Peserta Pelatihan Menjahit Songkok yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Meluwur Kecamatan Glagah Lamongan begitu antusias menerima penjelasan dari instruktur yang didatangkan dari Disperindag Kabupaten Lamongan. Foto; Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Bagi orang muslim, songkok bukan barang asing. Penutup kepala berwarna hitam yang memiliki bentuk oval dengan dua sudut di depan dan di belakang ini biasa dipakai orang muslim saat salat. Selain itu, songkok juga sering digunakan dalam acara-acara lain, seperti pengajian atau upacara bendera, acara keagamaan ataupun tidak.

Di Desa Meluwur Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan terdapat pengrajin bahan baku dasar pembuatan songkok (kopyah hitam). Bahan baku dasar songkok yang terbuat dari kertas yang dijahit ini kemudian dijadikan songkok dengan proses lanjutannya. Akan tetapi di desa tersebut hanya terdapat pembuatan bahan dasarnya saja atau masyarakat mengenalnya dengan “bos”. Bos tersebut kemudian disetorkan ke juragan yang ada di Gresik untuk diproses menjadi songkok. Kegiatan yang hampir dilakukan oleh masyarakat Desa Meluwur Kecamatan Glagah tersebut menarik perhatian Pemerintah Desa setempat untuk meningkatkan proses kerjanya dari bahan dasar tersebut untuk diproses lanjutan hingga menjadi songkok (kopyah).

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Desa Meluwur bekerjasa sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabuapaten Lamongan mengadakan pelatihan menjahit songkok nasional, bertempat di Balai Desa Meluwur Kecamatan Glagah, Sabtu(30/12/2017). Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang Warga Desa Meluwur Kecamatan Glagah

Pemerintah Desa Meluwur mendatangkan seorang instruktur profesional dari pusat sentra Songkok yaitu Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah. “Bukan hanya para wanita yang mengikuti pelatihan ini, kaum adam juga ikut aktif di dalamnya,” ujar Kepala Desa Meluwur, Abdul Muid pada kanalindonesia.com

Keahlian membuat bahan dasar songkok atau bos dilakukan perajin di desa ini di dapat dari Gresik. Mereka awalnya bekerja sebagai buruh di sana. “Kami selama ini menjadi buruh, kami ingin berkembang dengan meningkatkan produktivitas,” ujar Abdul Muid.

Lanjut dia, peserta sangat antusias dengan diadakannya pelatihan ini. Karena jika mereka melakukan pelatihan ini secara mandiri, tidak sedikit rupiah yang harus mereka keluarkan dan malah menambah skil dalam proses pembuatan songkok ini.

“Kegiatan ini mereka tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun, karena mulai dari bahan, alat dan jasa instruktur difasilitasi oleh Pemerintah Desa melalui anggaran Dana Desa tahun 2017 melalui pos pemberdayaan,” jelasnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat wira usaha warga Desa Meluwur Kecamatan Glagah, khususnya para pengrajin songkok. “Desa Meluwur memiliki potensi produksi bahan dasar songkok, dari sana harus kita tingkatkan menjadi memproduksi songkok secara mandiri,” ungkap Abdul Muid.

Dalam kesempatan itu, Abdul Muid Kepala Desa Meluwur menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan atas prakarsanya melaksanakan pelatihan ini. Menurut Abdul Muid, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata yang ditunjukkan Pemerintah Desa Meluwur dalam membantu pemerintah melaksanakan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. (Omdik)