Tanggulangi OPT, Babinsa Bersama Masyarakat Desa Lembah Ponorogo Tanam Refugia

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah musuh utama petani dalan tata kelola usaha pertanian.

Selama ini Petani di Desa Lembah, Kecamatan Babadan melaksanakan pemberantasan OPT menggunakan pestisida dan fungisida kimia yang banyak menimbulkan efek samping kurang baik bagi komoditas pertanian yang dihasilkan maupun bagi kesehatan petani sendiri.

Menyadari hal tersebut, Serda Haryanto, Babinsa Lembah Koramil 0802/03 Babadan Kodim 0802/Ponorogo bersama komponen masyarakat Desa Lembah antara lain karang taruna Dusun Ngijo, KWT Harapan dan Purna TKI Desa Lembah melaksanakan penanaman bibit Refugia di Desa tersebut, Minggu(07/01/2018)

Refugia merupakan mikrohabitat buatan yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai tempat perlindungan, sumber pakan atau sebagai sumber daya lain bagi musuh alami para Petani yaitu hama seperti predator dan parasitoid atau yang biasa disebut OPT.

Jenis tumbuhan Refugia yang ditanam antara lain, kenikir, bunga Matahari hingga tumbuhan kacang-kacangan serta bunga-bungaan lain disekitar lahan pertanian Dusun Malang, Jajar dan Ngijo Desa Lembah Kecamatan Babadan.

Pada musim Penghujan yang baru berjalan 2 bulan ini saja sudah 12.000 bibit tanaman Refugia telah berhasil ditanam di area tersebut. Rencananya minggu depan akan dilaksanakan penanaman di Dusun Telasih di Desa yang sama.

Dengan tertanamnya Refugia ini, Babinsa Lembah Serda Hariyanto bersama seluruh komponen masyarakat Desa Lembah berharap para Petani di Desanya mampu mengendalikan OPT secara mandiri guna peningkatan produksi pertanian.