Lestarikan Warisan leluhur, Desa Sendangagung Lamongan Gelar Festival Batik 2018

Para juara dalam Festival Batik Sendangagung 2018 foto bersama dengan panitia dan Kepala Desa Sendangagung Paciran Lamongan. Foto: Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONSIA.COM. LAMONGAN; Indonesia memang tak pernah kehabisan festival-festival keren. Setiap daerah memiliki festival yang menjadi ciri khas tersendiri, bertemakan laut, hutan, heritage, hingga batik menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia seringkali diangkat menjadi sebuah pertunjukan seni spektakuler. Beberapa festival yang bertemakan batik yang ada di Indonesia.

Demikian pula yang ada di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini. BUMDesa “SaM” (Sendangagung Makmur) bekerja sama dengan Asosiasi Batik Sendangagung Lamongan “Petik Hasil”, dalam rangka ulang tahun cafe jandom salah satu unit usaha BUMDesa “SaM” Desa Sendangagung menggelar acara bertajuk Festival Batik Sendangagung 2018. Beberapa rangkaian kegiatan pun digelar dalam acara tersebut, diantaranya lomba desain batik yang dilaksanakan pada tanggal Sabu (6/1/2018) yang diikuti 23 peserta dari masyarakat umum.

Acara yang diselenggarakan pada malam hari tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat Desa Sendangagung Paciran dan sekitarnya baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum dibuktikan dengan foto copy KTP / kartu pelajar dengan menyertakan Nomor Ponsel. Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya, desain motif dapat menggambarkan potensi alam, budaya atau sesuatu yang mempunyai karakteristik khas Desa Sendangagung yang bisa diaplikasikan pada batik cap atau tulis.

Kepala Desa Sendangagung Panut Supodo mengatakan Desain yang dikirimkan tersebut harus orisinil atau merupakan hasil karya asli peserta, bukan tiruan dan belum pernah dipublikasikan atau dilombakan. Selain itu peserta diminta melampirkan penjelasan singkat mengenai konsep, filosofi atau makna dari desain motif tersebut termasuk filosofi pemilihan warnanya. Panitia akhirnya menobatkan Ratna sebagai juara 1, Kholifatul Anif dan Ristiana sebagai juara 2 dan 3.

keesokan harinya Minggu (7/1/2018) di tempat yang sama diadakan Fashion Show yang menggunakan kain batik. Batik merupakan salah satu identitas bangsa yang begitu melekat pada Indonesia. Bukan hanya sekedar warisan budaya, kini kain motif yang satu ini bisa dikatakan jadi salah satu koleksi fesyen wajib bagi setiap wanita dan juga pria. Alasannya, tentu saja karena Batik kini cukup fleksibel untuk berbagai mix n match gaya.

Hal ini yang juga diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia, lewat kreasi gaya mereka, Batik disulap jadi outfit yang begitu gaya dan jauh dari kesan kuno. Uniknya fashion show dalam kegiatan yang khusus diikuti anggota asosiasi tersebut seluruh model dan perancang busana adalah pengrajinnya masing-masing. Tampil sebagai pemenang I adalah batik dengan motif Sekar Ngaremboko karya Zukholis, sedangkan juara II dan III diraih oleh Tety Endahing Warna dengan motif batik Anyaman Bambu dan motif Sekar Jagat karya Imsaroh.

Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat sebagai ajang promosi untuk lebih mengenalkan batik-batik yang berasal dari Desa Sendangagung.Yang kedua sebagai sarana asah keterampilan untuk meningkatkan kwalitas desain motif dan desain busana batik Lamongan yang berasal dari Desa Sendangagung. Yang ketiga untuk meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing IKM / pengrajin batik. Oleh karenanya diharap kegiatan serupa dapat diagendakan setiap tahun. (Omdik)
[9/1 06.46] Ferry Lamongan: Para juara dalam Festival Batik Sendangagung 2018 foto bersama dengan panitia dan Kepala Desa Sendangagung Paciran Lamongan. Foto: Omdik_kanalindonesia.com