Longsor Melanda, Bupati Langsung Turun Lokasi

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Bupati Trenggalek Emil Dardak langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wib dengan volume besar hingga menutupi jalan raya sepanjang 200 meter dengan tebal 5 meter dan lebar 7 meter. Pihaknya juga memastikan dilakukan pengerjaan pembersihan ribuan kubik material longsor tersebut dengan menggunakan alat berat.

Dari data yang dihimpun, kejadian tersebut berada di wilayah jalan raya Kampak-Munjungan tepatnya di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak. Terkait hal tersebut Bupati Trenggalek akan mendatangkan tim geologi untuk melihat kondisi tanah longsor.

Disampaikan Bupati Emil Dardak, untuk sementara sebelum material longsoran berhasil dibersihkan jalur utama masih ditutup total. Namun, masyarakat dari arah munjungan atau sebaliknya bisa melalui jalur alternatif yakni melalui jalur Salam-Wates dan bisa lewat Kecamatan Panggul.

“Kondisi saat ini tebing setinggi 150 meter longsor dan menutup akses antara Kecamatan Kampak dengan Munjungan dengan lebar longsoran 7 meter dan menutup jalan sepanjang 200 meter. Mengingat situasi dan kondisi yang belum memungkinkan kita belum berani menurunkan alat berat untuk evakuasi material longsor secara frontal, namun bertahap,” jelasnya.

Dikatakan, untuk memastikan Pemkab Trenggalek akan menurunkan tim geologi untuk melihat situasi dan kondisi lokasi longsoran. Banyak hal yang harus dikaji terkait bencana longsor ini karena dikhawatirkan terjadinya longsor susulan, alasannya kondisi tanah saat ini belum stabil.

“Pemkab Tenggalek terus berupaya mencari solusi untuk mengantisipasi terkait kondisi tanah diwilayah trenggalek yang merupakan tipe tanah bergerak. Dengan intensitas hujan yang tidak menentu kami harapkan masyarakat untuk berhati-hati terutama di kawasan pegunungan,” tuturnya.

Masih menurut Emil Dardak dengan kondisi jalan tertutup longsor Pemkab juga akan berupaya mengenai penyaluran kebutuhan pokok dan logistik untuk wilayah munjungan. Karena dimungkinkan evakuasi longsoran akan membutuhkan waktu yang belum bisa dipastikan.

“Kami upayakan untuk penyaluran kebutuhan pokok dan logistik meski jalan utama saat ini masih tertutup. Sedangkan proses pembersihan material longsoran, masih menunggu kondisi tanah agar benar-benar stabil,” pungkasnya. (hamzah)