Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2” Kembali Buktikan Komitmen untuk Mendukung Pendidikan Wanita Muda Indonesia

KANALINDONESIA. COM: Brand perawatan kulit wajah wanita produksi PT Unilever Indonesia bekerja sama dengan Hoshizora Foundation kembali menyelenggarakan program ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa” dengan menyediakan akses pendidikan tinggi untuk 50 wanita muda berprestasi. Program yang memasuki tahun kedua ini dibuka secara nasional untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para wanita yang ingin meraih mimpi melalui pendidikan yang lebih tinggi.

Amaryllis Esti selaku Head of Face Care PT Unilever Indonesia, Tbk. menjelaskan, ”Fair & Lovely percaya semua wanita di dunia termasuk di Indonesia berhak untuk mengejar mimpi melalui pendidikan yang memadai agar mereka memiliki pemikiran yang lebih terbuka, mudah beradaptasi terhadap perubahan, serta bijak mencari solusi saat menghadapi permasalahan sehari-hari. Manfaat pendidikan penting bagi seluruh wanita, baik untuk mereka yang ingin mengembangkan karir maupun sebagai ibu rumah tangga yang mengedukasi anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang hebat kelak.”

“Oleh karena itu, Fair & Lovely dan Hoshizora Foundation kembali menyelenggarakan Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2 untuk membantu wanita Indonesia yang mempunyai mimpi, aspirasi, prestasi dan motivasi tinggi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi namun memiliki keterbatasan finansial. Komitmen Fair & Lovely dalam pendidikan ini juga sejalan dengan komitmen Unilever Sustainable Living Plan (USLP) untuk memberdayakan 5 juta perempuan di seluruh dunia pada tahun 2020 karena Unilever percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah satu faktor pendorong terbesar bagi kemajuan manusia dan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Program ini menjadi sangat relevan karena pendidikan tinggi bagi wanita di Indonesia masih terhalang berbagai kendala. Sebagai contoh, Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, M. Hum., seorang psikolog dari Yayasan Pulih dan dosen ahli Universitas Indonesia menuturkan, ”Di berbagai wilayah di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu, ketidaksetaraan gender dalam hal pendidikan masih banyak terjadi – bahkan di kota-kota besar sekalipun. Karena pria dianggap sebagai pencari nafkah, maka mereka diprioritaskan untuk dibekali pendidikan yang lebih tinggi. Padahal nyatanya, wanita dengan pendidikan yang memadai dan berkualitas memiliki peranan kuat dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.”

Terkait hal tersebut, Kristi juga memaparkan beberapa fakta menarik, diantaranya dari World Bank yang mengungkapkan bahwa wanita yang berpenghasilan umumnya menginvestasikan 90% pemasukannya untuk kesejahteraan keluarga, dibandingkan pria yang hanya sebesar 35%. Sementara United Nations Girls’ Education Initiative (UNGEI) menemukan bahwa ibu yang berpendidikan memiliki 50% potensi lebih tinggi untuk melindungi keluarganya, misalnya melalui kesadaran tentang pentingnya imunisasi sehingga angka penyakit menular menjadi menurun. Bahkan di skala yang lebih besar, data dari Council on Foreign Relations menyebutkan saat 10% wanita di suatu negara memiliki pendidikan yang memadai, maka Produk Domestik Bruto negara tersebut akan meningkat rata-rata 3%.

“Kami terdorong untuk merealisasikan kondisi ideal tersebut dengan memperluas cakupan wilayah dan memberikan manfaat lebih besar. Jika tahun lalu program ini baru berfokus pada wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka tahun ini kami akan menjangkau tujuh wilayah di Indonesia, yaitu DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan,” terang Amaryllis.

Perluasan ini dilakukan atas beberapa pertimbangan, seperti angka putus sekolah siswa kelas XII di wilayah Sumatera yang cukup tinggi (3.503 siswa), kondisi lingkungan di Kalimantan Barat yang tidak mendukung karena iming-iming bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita, serta fakta bahwa wilayah Sulawesi Barat masih memiliki nilai tertinggi buta aksara untuk kelompok umur 15 – 44 tahun dengan angka 3.16%.

Lebih lanjut mengenai program, Reky Martha M. A selaku Co-founder & President dari Hoshizora Foundation menuturkan, ”Program ini ditujukan bagi siswi kelas 12 dan lulusan SMA/SMK/MA/sederajat di di seluruh Indonesia yang dapat mendaftar Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2018 (SBMPTN/SNMPTN/Seleksi Mandiri) ke PTN berakreditasi minimal B di tujuh wilayah di Indonesia. Selain cakupan yang lebih luas, mekanisme keikutsertaan tahun ini juga dipermudah dengan aplikasi pendaftaran secara online melalui www.voteuntukimpianku.com maupun offline di kantor Hoshizora Foundation. Nantinya, beasiswa didistribusikan setiap awal semester selama empat tahun, disertai dengan berbagai program pendampingan untuk pengembangan diri setiap tahunnya.”

Pendaftaran “Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2” akan dibuka sampai 31 Maret 2018. Setelah seleksi formulir, selanjutnya dilakukan wawancara dan home visit, hingga akhirnya beasiswa akan diberikan di bulan Juni dan Juli 2018.

”Semoga tahun ini ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2’ kembali mendapatkan respon yang positif, layaknya antusiasme yang kami dapatkan tahun lalu. Kami percaya program ini dapat semakin mendorong para wanita muda untuk melangkah maju, meraih mimpi dan mencetak prestasi,” tutup Amaryllis