Hadapi UNBK, Siswa SMK Darul Hikam Tracal Lamongan Lakukan Simulasi

Siswa SMK Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan mengikuti simulasi UNBK dengan serius. Foto:omdik_kanalindonesia,com
Siswa SMK Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan mengikuti simulasi UNBK dengan serius. Foto:omdik_kanalindonesia,com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018, siswa kelas XII SMK NU Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan Jawa Timur melaksanakan simulasi atau uji coba selama 2 hari, dari tanggal 31 Januari hingga tanggal 1 Pebruari 2018. Simulasi itu digelar di satu ruang laboratorium. Setiap ruang diisi oleh 14 anak. Sekolah membagi pelaksanaan simulasi dalam dua sesi. Karena simulasi, kartu ujian sampai kertas absensi persis seperti saat pelaksanaan UNBK. Untuk tahun ini simulasi yang dilaksanakan oleh SMK NU Darul Hikam Tracal Karanggeneng diikuti oleh 28 siswa yang terdiri dari 14 siswa perbankan syariah dan 14 siswa multimedia.

Salah satu guru yang dapat ditemui, Hadi Santoso, menjelaskan kalau simolusasi ini merupakan uji coba kedua. Setelah sebelumnya, November 2017 sudah melaksanakan. Rencananya akan ada tiga kali uji coba, yang terakhir dilaksanakan, tujuh hari sebelum pelaksanaan, pada April mendatang.

”Simulasi ini sangat penting karena bisa mengetahui kesiapan laboratorium peralatan, proktor, teknisi, hingga siswa. Ini sekaligus gladi resik, jadi tiga kali siswa melaksanakan tryout,” ujarnya kepada kanalindonesia.com, Rabu (31/1/2018).

Nilai siswa saat simulasi juga bisa menjadi masukan/evaluasi bagi pihak sekolah. Misalnya, nilai siswa yang sudah memenuhi nilai kelulusan bisa dimaksimalkan. Jika ada yang masih kurang pun bisa diperbaiki dengan lebih meningkatkan daya belajar siswa. Meskipun ada simulasi, proses kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.

Lebih lanjut Hadi Susanto membeberkan, pada  awal pelaksanaan simulasi, siswa masih kesulitan memasukkan pasword saat log in. Umumnya mereka kesalahan dalam penulisan huruf kapital, sehingga proktor harus membimbing dibutuhkan waktu   beberapa menit. Kali ini merupakan sesi simulasi kedua dipastikan peserta pun lancar.

”Alhamdulilah seluruh siswa mulai  terbiasa, meski masih ada beberapa siswa yang masih terkendala dan harus dibimbing proktor. Pun begitu, kendala tidak bisa log in tidak mempengaruhi pelaksanaan simulasi,” katanya.

Dengan adanya simulasi ini, dirinya berharap agar pada saat UNBK nanti secara teknis semua siswa sudah paham bagaimana sistem menjawab, penggunaan komputer dan lain sebagainya.

“Karena kadang bisa saja jika jawaban benar tapi tak bisa teknologi dan gagap bisa saja salah semua,”pungkasnya.

Sementara itu, Livia Suhervi Siswa Kelas XII Jurusan Perbankan Syari’ah SMK Darul Hikam Tracal mengaku siap melaksanakan ujian nasional. Walaupun in1 sistem baru, tetapi kami siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer ini.  Kalau ujian pakai pulpen dan kertas itu biasa, ini pakai komputer membuat kita tertantang, karena kita tidak bisa menyontek kepada orang lain. Harus memiliki kepandaian kita sendiri”,  katanya. (Omdik)